Yusuf Dumdum soal Pernyataan Ulta Levenia Sebut Bencana Diorkestrasi Asing: Gaji Puluhan Juta tapi Cuma Sebar Hoaks

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Pegiat Media Sosial, Yusuf Dumdum menyoal pernyataan Ulta Levenia Nababan yang menyebut bencana di Indonesia diorkestrasi pihak luar.
Ulta sebelumnya merupakan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP). Namun kini menjabat Deputi Badan Komunikasi Pemerintah atau Bakom.
“Jadi orang ini gak lagi sebagai tanaga ahli utama di KSP, tapi salah satu deputi di Bakom,” kata Dumdum dikutip dari unggahannya di X, Jumat (11/9/2026).
Dumdum menyoroti gaji Ulta sebagai pejabat di tingkat deputi. Namun pernyataannya malah dinilainya menyebarkan hoaks.
“Gajinya puluhan juta tapi cuma sebar HOAX,” terangnya.
Bencana Diorkestrasi
Hal tersebut diungkapkan Ulta dalam sebuah siniar yang tayang di YouTube Reform Syndicate.
Mulanya, Ulta memberi peringatan, bahwa pendapatnya mungkin akan membuat dirinya dilihat gila. Meski begitu, dia tetap menyampaikannya.
“Pasti gue bakal dibilang gila ini,” kata Ulta dikutip Senin (7/9/2026).
Dia lalu mengungkit gempa di China dan di Turki. Menurutnya, gempa tersebut terjadi setelah adanya konflik dengan Amerika Serikat.
“Tapi dulu pernah di Turki sama di China, mereka pernah gesekan sama Amerika,” ucapnya.
Setelah dicecar gempa mana yang dia maksud, Ulta tak merinci. Dia hanya menyebut gempanya terjadi di China dan Turki.
“Lu bisa cek di berita, terus beberapa hari kemudian gempa, di China sama di Turki itu. Itu ada,” terangnya.
“Iya (yang belum lama ini). Kalau ditelusurin lagi itu ada,” sambungnya.
Baru-baru ini, Ulta mengaku merefleksikan bencana yang terjadi di Indonesia. Mulai banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, hingga kebakaran di Kalimantan dan Papua.
“Gua sempat ngobrol sama teman gua tuh, ini kok bisa kayak gini yah. Aceh terus Papua bergejolak, habis itu Kalimantan juga kan,” ucapnya.
Rentetan peristiwa itu dia hubungkan dengan film yang baru saja dia tonton. Ulta pun tak menyebut film apa.
“Terus yang lebih aneh lagi, seminggu lalu gua lihat sebuah film, film ini merangkum hal keanehan itu,” imbuhnya.
Berdasarkan hal tersebut, dia meyakini lebih dari 50 persen bencana di Indonesia hingga demonstrasi ada yang mengorkestrasi.
“Sehinga gua 73,5 persen, wah ini pasti ada yang orkestrasi. Kemudian ada demonstrasi,” pungkasnya.
Anggaran Bencana
Di sisi lain, anggaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk tahun 2026 hanya Rp491 miliar.
Angka itu menurun drastis dari tahun sebelumnya. Pada 2025 mencapai Rp2,01 triliun.
Bahkan pada tahun 2021 anggaran BNPB mencapai Rp7,14 triliun.
Berikut ini daftar anggaran BNPB:
- 2011: Pagu Rp0,13 T | Alokasi/Realisasi Rp1,23 T
- 2012: Pagu Rp1,13 T | Alokasi/Realisasi Rp1,34 T
- 2013: Pagu Rp1,35 T | Alokasi/Realisasi Rp2,97 T
- 2014: Pagu Rp2,39 T | Alokasi/Realisasi Rp2,67 T
- 2015: Pagu Rp1,71 T | Alokasi/Realisasi Rp3,40 T
- 2016: Pagu Rp1,19 T | Alokasi/Realisasi Rp2,86 T
- 2017: Pagu Rp1,89 T | Alokasi/Realisasi Rp2,64 T
- 2018: Pagu Rp0,79 T | Alokasi/Realisasi Rp7,11 T
- 2019: Pagu Rp0,65 T | Alokasi/Realisasi Rp8,08 T
- 2020: Pagu Rp0,70 T | Alokasi/Realisasi Rp11,78 T (Puncak masa pandemi)
- 2021: Pagu Rp0,83 T | Alokasi/Realisasi Rp7,14 T
- 2022: Pagu Rp1,13 T | Alokasi/Realisasi Rp5,05 T
- 2023: Pagu Rp1,04 T | Alokasi/Realisasi Rp5,44 T
- 2024: Pagu Rp0,96 T | Alokasi/Realisasi Rp4,92 T
- 2025: Pagu Rp4,49 T | Alokasi/Realisasi Rp4,47 T (atau sekitar Rp2,01 triliun pada catatan lain)
- 2026: Pagu Rp491 miliar (menjadi yang terendah dalam belasan tahun terakhir karena kebijakan efisiensi anggaran)
- 2027: Direncanakan sekitar Rp1,00 triliun dalam RAPBN
(Arya/Faja
Source link
