Anies Baswedan Geram soal Bambang Setiawan: Negara Tidak Boleh Kalah dengan Pembunuh

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan bicara mengenai meninggalnya penjual cermin, Bambang Setiawan (60), setelah diduga dikeroyok gerombolan berpakaian hitam pada Jumat (28/8/2026) dini hari.
Anies mengaku telah mendatangi rumah duka dan bertemu langsung dengan keluarga almarhum Bambang Setiawan.
Dikatakan Anies, cerita yang disampaikan keluarga terkait peristiwa tersebut sangat mengenaskan.
Ia pun meminta agar kasus itu tidak berhenti tanpa kejelasan dan pengusutan harus dilakukan hingga tuntas.
Anies Datangi Rumah Duka Bambang Setiawan
Anies menyampaikan hal tersebut setelah bertakziah kepada keluarga Bambang.
Ia mengatakan masyarakat telah mengetahui adanya korban meninggal dunia serta rekaman video yang memperlihatkan peristiwa kekerasan tersebut.
“Semalam saya takziah dan jumpa dengan keluarga almarhum Pak Bambang Setiawan. Ceritanya amat mengenaskan,” ujar Anies, dikutip fajar.co.id, Rabu (2/9/2026).
Anies kemudian mengingatkan agar keberadaan jenazah dan rekaman peristiwa tersebut menjadi dasar untuk mengungkap kasus secara menyeluruh.
“Kita semua tahu, ada jenazahnya, ada video rekaman peristiwanya,” ucapnya.
Minta Pengusutan Tidak Berhenti
Anies menegaskan, kasus kematian Bambang tidak boleh dibiarkan tanpa tindak lanjut.
Ia meminta aparat memastikan seluruh rangkaian kejadian diusut sehingga pihak yang bertanggung jawab dapat diketahui.
“Nah, jangan sampai kita tidak melihat tindak lanjutnya. Jangan sampai tidak tuntas pengusutannya,” tegas Anies.
Kata dia, ketidakjelasan dalam penanganan kasus kekerasan justru berpotensi menimbulkan kejadian serupa di kemudian hari.
Anies mengingatkan bahwa kasus seperti ini bisa kembali terjadi apabila tidak ditangani secara serius.
“Bila didiamkan, maka kejadian ini akan bisa berulang, berulang, dan berulang,” tukasnya.
Ia menilai negara memiliki tanggung jawab untuk memastikan keamanan masyarakat sekaligus memberikan keadilan bagi korban.
“Negara tidak boleh kalah dengan pembunuh. Dan, negara tidak boleh kalah dengan para perusak hukum,” lanjut Anies.
Meninggalnya Bambang Terjadi di Tengah Kericuhan
Sebelumnya, demonstrasi pada 27 Agustus 2026 dihelat Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) dengan tuntutan utama pengesahan RUU Perampasan Aset dan hukuman mati bagi koruptor.
Sekitar pukul 13.00 WIB, AMPB membubarkan diri setelah pimpinan massa diterima masuk ke ruang sidang DPR.
Setelah itu, massa yang berada di sekitar kawasan DPR berubah menjadi lebih beragam. Sejumlah kelompok di antaranya mahasiswa, pengemudi ojek online, serta aliansi masyarakat sipil.
Source link
