Ungkap Petuah Jokowi, PSI Buka Suara soal Duet Gibran-Dedi Mulyadi di Pilpres 2029

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bestari Barus mengungkap pesan yang disampaikan Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi saat dirinya berkunjung ke kediaman Jokowi di Solo, Jawa Tengah, Senin, 31 Agustus 2026.
Menurut Bestari, Jokowi meminta PSI mempercepat konsolidasi organisasi. Struktur partai, kata dia, harus segera dirampungkan hingga tingkat paling bawah untuk menghadapi proses verifikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU).
“Pak Jokowi hanya menitipkan agar PSI lebih cepat lagi di dalam menuntaskan masalah penyelesaian struktur, ya, sampai ke tingkat paling bawah yang nanti akan diverifikasi oleh KPU,” kata Bestari.
Pertemuan itu berlangsung di tengah dinamika politik internal PSI dan sejumlah spekulasi mengenai arah politik partai menjelang Pemilu 2029. Namun, Bestari mengatakan tidak ada pembicaraan mengenai Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ataupun Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
“Nggak, nggak sama sekali nggak,” ujar Bestari ketika ditanya apakah ada pembahasan mengenai wacana pasangan Gibran-Dedi Mulyadi.
PSI Menolak Budi Arie
Bestari juga menjelaskan sikap PSI terhadap mantan Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi yang sebelumnya disebut ingin bergabung dengan partai tersebut.
Menurut Bestari, sikap penolakan itu merupakan keputusan internal PSI. Jokowi, kata dia, tidak memberikan komentar mengenai persoalan tersebut.
“Pak Jokowi tidak berkomentar terhadap itu. Itu suara kami dan kita punya mekanisme nanti dalam menetapkan siapa yang akan kita libatkan bersama kita,” katanya.
Bestari mengatakan salah satu pertimbangan PSI adalah pernyataan Budi Arie yang menyebut “Projo itu bukan Pro Jokowi”. Pernyataan tersebut, menurut dia, berpotensi menimbulkan kegaduhan politik.
“Kita hanya tidak ingin bahwa kemudian masyarakat melihat ini sebagai sesuatu yang digaungkan oleh PSI melalui orang-orang yang… ya seperti itu gitu. Padahal itu tidak ada,” ujar Bestari.
Karena itu, dia mengatakan PSI merasa perlu memperjelas posisi politiknya.
“Maka kami perlu tegas untuk hal itu tentang di mana posisi politik kami berada,” katanya.
Bestari juga membantah bahwa sikap tersebut merupakan instruksi khusus dari Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep. Menurut dia, kader PSI sudah memahami batas-batas dalam menyampaikan sikap politik partai.
“Tidak perlu Mas Kaesang secara langsung mengisyaratkan itu, tetapi kami sudah mengetahui garis batas mana yang perlu kami patuhi di dalam menyampaikan sesuatu sikap partai,” ujar Bestari.
PSI Tetap Kawal Prabowo-Gibran
Di tengah munculnya sejumlah pernyataan politik yang dinilai berseberangan dengan Jokowi, Bestari memastikan PSI masih berada di barisan pendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Source link
