News

Makassar Dijaga 830 Polisi, Aksi Unjuk Rasa di Sejumlah Titik Masih Sepi



PORTALUTAMA.NET, MAKASSAR – Rencana aksi unjuk rasa di sejumlah titik di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, mendapat perhatian serius dari aparat kepolisian. Hal ini sebagai langkah antisipasi agar aksi tidak berujung kericuhan seperti yang terjadi pada Agustus 2025 lalu.

Untuk mengantisipasi potensi kerusuhan, Polrestabes Makassar memaksimalkan pengamanan dengan menyiagakan ratusan personel.

Kasi Humas Polrestabes Makassar AKP Jafar Ahmad mengatakan, sedikitnya 830 personel dikerahkan untuk mengamankan rangkaian aksi unjuk rasa yang berlangsung di sejumlah lokasi.

“Kami tadi sudah mempersiapkan dari Polrestabes Makassar itu dengan jumlah personel 830,” ujar Jafar kepada Fajar.co.id, Kamis (27/8/2026).

Selain personel Polrestabes Makassar, pengamanan juga mendapat dukungan dari Satuan Brimob Polda Sulsel.

Sebelum diterjunkan ke lapangan, seluruh personel terlebih dahulu diberikan pemahaman mengenai tugas dan tanggung jawab masing-masing.

“Sebelum melaksanakan tugas, kami memberikan pemahaman terkait tugas masing-masing anggota. Jadi ini dibagi di 18 titik unjuk rasa,” jelasnya.

Meski terdapat 18 rencana aksi yang tersebar di sejumlah titik, Jafar mengatakan jumlah massa yang turun ke lapangan hingga Kamis siang masih relatif sedikit dibandingkan informasi awal.

Tercatat, kurang dari 10 orang menggelar aksi unjuk rasa di depan kampus Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar.

Jumlah massa yang hampir sama juga terlihat melakukan aksi di kawasan Flyover Makassar.

Sementara itu, arus lalu lintas di kawasan Flyover Makassar masih terpantau lancar.

18 Rencana Aksi di Sejumlah Titik

Sebelumnya, sejumlah aksi dijadwalkan berlangsung di Kantor Gubernur Sulsel, Polda Sulsel, Kejati Sulsel, Polrestabes Makassar, hingga sejumlah kantor dan fasilitas publik lainnya.

Pada pukul 09.00 Wita, aksi direncanakan berlangsung di kantor sementara DPRD Provinsi Sulsel oleh Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) dan KSPSI.

Massa yang disiapkan sekitar 100 orang akan menyampaikan aspirasi terkait kondisi ekonomi, politik, hukum, dan budaya yang dinilai mengkhawatirkan.

Pada waktu yang sama, sekitar 100 orang dari Dewan Pengurus Gerakan Mahasiswa Indonesia dijadwalkan berunjuk rasa di Polda Sulsel dan Lanud Hasanuddin.

Mereka membawa isu dugaan pengambilan avtur dari Lanud Hasanuddin serta meminta aparat menyelidiki pihak-pihak yang berkaitan dengan dokumen pengeluaran dan tujuan pengiriman avtur tersebut.

Isu Sengketa Lahan hingga Kebijakan Pasar

Memasuki pukul 10.00 Wita, sejumlah aksi direncanakan berlangsung di beberapa titik.

Ahli Waris Sobrim Bustam akan menggelar aksi di Kantor Gubernur Sulsel dengan sekitar 150 orang. Mereka menuntut penyelesaian dan realisasi sisa pembayaran ganti rugi lahan GOR Sudiang yang disebut menjadi hak ahli waris.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *