Kabut Asap Karhutla, 3.524 Sekolah di Kalimantan Terapkan PJJ untuk 571 Ribu Siswa

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan memaksa ribuan sekolah beralih ke Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat sedikitnya 3.524 satuan pendidikan terdampak. Jumlah itu menjangkau 571.338 murid.
Sekolah-sekolah tersebut tersebar di Pemprov Kalimantan Barat, Pemkot Pontianak, Pemkab Kubu Raya, Pemkab Kayong Utara, Pemkot Palangka Raya, Pemkab Kotawaringin Timur, dan Pemkot Banjarbaru.
“Kami siap bergerak cepat bersama seluruh kementerian/lembaga terkait guna memastikan seluruh murid terdampak Karhutla tidak kehilangan hak belajar dan terus melakukan proses pembelajaran yang efektif, adaptif, dan efisien,” ujar Mendikdasmen Abdul Mu’ti, Sabtu (22/8/2026).
Keselamatan Jadi Prioritas
Mu’ti menegaskan keselamatan warga sekolah menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana ini.
Ia juga meminta kepala sekolah, pengawas, pembina, dan penilik untuk memastikan PJJ berjalan dengan baik. Menurutnya, kepala sekolah memegang kendali penuh atas pelaksanaan dan pengawasan PJJ.
“Pengawas, pembina, dan penilik di masing-masing satuan pendidikan diminta memantau dan melakukan pembinaan guna mendukung antisipasi penanggulangan kabut asap dan kelancaran proses pembelajaran,” katanya.
Banjarbaru PJJ Mulai 24 Agustus
Sementara itu, Pemerintah Kota Banjarbaru melalui Surat Edaran Dinas Pendidikan tanggal 21 Agustus 2026 menetapkan seluruh satuan pendidikan memberlakukan PJJ mulai 24 hingga 28 Agustus 2026.
Dalam surat itu juga disebutkan pendidik dan tenaga kependidikan tetap melaksanakan tugas di sekolah sesuai jam kerja, dengan toleransi keterlambatan yang disesuaikan.
Waktu pelaksanaan PJJ tetap mengikuti jam normal pembelajaran yang dimulai pukul 07.30 WITA. (elva/fajar)
Source link
