News

NU Diperebutkan Jelang Muktamar, Hasto PDIP Singgung Penguasa dan Karma Politik



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyerukan agar Nahdlatul Ulama (NU) tetap menjaga kemandirian dan tidak terseret dalam kepentingan politik praktis.

Ia mengingatkan agar tidak ada pihak yang mencoba mengooptasi ataupun memecah NU demi kepentingan kekuasaan.

Menurut Hasto, NU memiliki posisi penting dalam perjalanan sejarah Indonesia. Ia menyebut NU bersama PNI, Muhammadiyah, serta berbagai kelompok agama dan komponen masyarakat lainnya ikut membentuk karakter kebangsaan Indonesia.

“NU terlalu besar untuk dilibatkan dalam tarik-menarik kepentingan politik praktis. Jangan pernah coba-coba memecah belah NU demi ambisi kekuasaan,” kata Hasto saat menjadi pemantik dalam diskusi Room Diskusi Serial 7 bertajuk “NU Masa Depan & Masa Depan NU: Sinergitas Pemikiran Nasionalis dan Agama” yang digelar Yayasan Talibuana Nusantara di Jakarta Selatan, dikutip pada Kamis (20/8/2026).

Ia menilai NU memiliki warisan pemikiran keislaman yang menempatkan agama sebagai kekuatan yang membawa kemaslahatan bagi masyarakat luas.

“NU itu milik Indonesia dan dunia yang ditakdirkan dengan jiwa keislaman serta konsepsi pemikiran yang luar biasa,” ujarnya.

Soroti Sejarah dan Resolusi Jihad

Hasto juga mengaku kagum terhadap gagasan para pendiri NU. Ia menyoroti logo NU yang menurutnya memiliki makna filosofis sekaligus menggambarkan visi organisasi tersebut.

Ia juga mengaitkan sejarah NU dengan perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, khususnya melalui Resolusi Jihad yang menjadi salah satu pemantik perjuangan mempertahankan kemerdekaan setelah Proklamasi.

“Logo NU sangat membumi, visioner dan futuristik. Apalagi dengan kontribusi patriotismenya melalui Resolusi Jihad di dalam perjuangan mengusir bala tentara Sekutu yang ditunggangi NICA untuk menjajah kembali Indonesia,” kata Hasto.

Menurut dia, sinergi antara nasionalisme dan agama perlu dibangun melalui pemahaman sejarah yang tepat mengenai perjalanan organisasi-organisasi yang turut membentuk Indonesia.

Hasto mengatakan pemahaman sejarah tersebut penting untuk menghadapi berbagai persoalan bangsa yang dinilainya masih terjadi, mulai dari persoalan fiskal, moneter, pertumbuhan sektor riil hingga penegakan hukum.

Ia kemudian menyinggung sejumlah persoalan hukum dan kasus yang sedang menjadi perhatian publik.

“Dengan menggali pemikirannya, maka sinergi NU dan PDI Perjuangan akan memperkuat cahaya Sembilan Bintang yang terdapat dalam logo NU menjadi cahaya kemanusiaan, keadilan, dan keberanian di dalam menyuarakan kebenaran,” ujarnya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *