Postingan soal Aksi BEM UI, Belum 2 Jam Sudah Dipenuhi Komentar Buzzer Judi Online

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Fenomena menarik hadir di salah satu postingan yang membahas terkait aksi demonstrasi yang dilakukan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI).
Di salah satu akun media sosial @pekerjakampus yang membagikan soal aksi demonstrasi tersebut.
Yang menarik dari postingan ini justru komentar-komentar yang hadir bukanlah soal aksi yang dilakukan para mahasiswa saat itu.
Komentar-komentar yang muncul di kolom komentar adalah tulisan yang dipenuhi oleh para buzzer judi online.
Salah satu akun di media sosial X @ajiehatadji, menyorot tajam soal isi komentar dari postingan tersebut yang dianggap sangat memalukan.
Dalam perhitungannya, akun tersebut baru memposting terkait aksi ini selama dua jam namun postingannya sudah dibanjiri buzzer.
“Baru 2 jam lalu, @pekerjakampus posting di IG ttg demonstrasi hari ini,” tulis akun tersebut.
Yang lebih memalukan lagi menurutnya adalah tujuan aksi dari BEM UI ini adalah menyampaikan kritik langsung ke Pemerintah dan Polisi.
Hanya saja yang datang membanjiri kolom komentar adalah para buzzer judi online yang terus mempromosikan hal tersebut.
“Yang dikritik: Pemerintah dan Polisi.
Yang ngebanjirin komen: buzzer judi online,” ungkapnya.
Ini menjadi sesuatu yang janggal mengingat hal yang dikritik adalah Pemerintah dan Polisi. Namun, yang menyahut justru orang lain.
“Kok yang dikritik yang satu, yang nyahut yang lain, ya? Si nyambung banget tuh. Apakah….? 🤔🤭,” terangnya.
Dalam aksinya ini, BEM UI diketahui membawa delapan tuntutan yang ditujukan langsung ke Pemerintah
BEM UI membawa delapan tuntutan dalam aksi demonstrasi yang digelar di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026).
Tuntutan tersebut mencakup sejumlah persoalan, mulai dari ekonomi, pemberantasan korupsi, reforma agraria, kebijakan pemerintah, hingga keterlibatan aparat dalam ruang sipil.
Berikut 8 Tuntutan yang Dibawa BEM UI
- Menghentikan penjajahan negara atas rakyat sendiri.
- Menghentikan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).
- Mewujudkan reforma agraria sejati.
- Menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM).
- Mengevaluasi total Proyek Strategis Nasional (PSN) serta menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
- Menghentikan pemusatan kekuasaan dan pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD), serta mengembalikan otonomi daerah.
- Menetapkan status bencana nasional untuk daerah Sumatera dan Flores serta mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana.
- Menghentikan represivitas dan intervensi TNI-Polri dalam ruang sipil serta membubarkan YON TP.
(Erfyansyah/fajar)
Source link
