Antrean Solar di Makassar Capai 350 Meter, DPRD Soroti Distribusi BBM Subsidi

PORTALUTAMA.NET, MAKASSAR – Antrean kendaraan untuk mendapatkan solar subsidi di Makassar dan sejumlah wilayah Sulawesi Selatan menjadi sorotan di media sosial.
Antrean kendaraan, khususnya truk, disebut mengular hingga ratusan meter. Kondisi tersebut memicu keluhan netizen yang membandingkannya dengan situasi di Pulau Jawa, yang dinilai jarang mengalami antrean solar sepanjang itu.
Sejumlah netizen bahkan mempertanyakan distribusi BBM subsidi hingga menduga adanya praktik penyalahgunaan di lapangan. Namun, dugaan tersebut masih berupa pernyataan dan spekulasi pengguna media sosial.
Antrean Solar Capai 350 Meter
Salah satu pengguna media sosial, @zuflikhar_zulmi, mengeluhkan panjangnya antrean truk di Makassar.
“Benar antriannya truknya udah ngga ngotak. Tapi sekian bulan berlalu juga ga ada perubahan apa-apa,” tulisnya, dikutip Fajar.co.id, Rabu (19/8/2026).
Keluhan serupa disampaikan akun @ciymhe. Ia menyebut antrean di salah satu SPBU mencapai sekitar 350 meter.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya terjadi di satu lokasi.
“Antriannya sekitar 350-an meter, ini baru 1 SPBU, yang lain juga hampir gini,” ungkapnya.
Dibandingkan dengan Kondisi di Jawa
Panjang antrean solar di Sulsel juga dibandingkan dengan kondisi di Pulau Jawa.
Akun @nuridiana5 mengaku hampir tidak pernah melihat antrean solar sepanjang itu ketika berada di Jawa.
“Di Jawa hampir ga pernah ketemu antrian solar sepanjang itu. Saya cuma kadang kasihan sama sopirnya. Sesabar itu mereka menunggu hanya untuk beli solar,” tulisnya.
Kondisi tersebut kemudian memunculkan pertanyaan mengenai penyebab antrean panjang yang terjadi di Sulsel.
Sejumlah netizen menduga persoalan tersebut berkaitan dengan distribusi BBM subsidi. Ada pula yang menuding kemungkinan adanya praktik penyalahgunaan oleh oknum tertentu.
Akun @ar.ahmad_romadhon, misalnya, mempertanyakan mekanisme pembayaran BBM di sejumlah SPBU di Sulsel.
“Di Sulawesi Selatan, khususnya Makassar dan sekitarnya, rutinitas antri solar sudah benar-benar tidak masuk akal. Sedangkan di daerah Jakarta dan sekitarnya saya tidak melihat rutinitas tersebut,” tulisnya.
Ia kemudian meminta adanya informasi yang valid terkait dugaan persoalan distribusi agar masyarakat tidak berprasangka buruk.
“Patut diduga, ada indikasi permasalahan di distribusi. Ditambah lagi mayoritas Pertamina di Sulsel hanya menerima pembayaran tunai. Barangkali ada yang punya informasi valid terkait hal ini? Agar kita tidak berprasangka buruk,” tambahnya.
Netizen lainnya juga mengaitkan antrean tersebut dengan dugaan distribusi solar ke kawasan industri dan pertambangan di Morowali. Namun, tudingan tersebut belum disertai bukti yang dapat diverifikasi.
Source link
