News

Wacana Pengadaan Buku Sekolah Terpusat Disorot, Ferry Koto: Jangan Rusak Sistem yang Sudah Dibangun



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Wacana pencetakan ulang dan pengadaan buku sekolah secara terpusat mendapat sorotan dari pegiat media sosial Ferry Koto. Ia meminta para guru, aktivis pendidikan, dan pemerhati pendidikan mencermati rencana yang dikaitkan dengan Presiden Prabowo Subianto tersebut.

Ferry menilai pengadaan buku secara terpusat berpotensi mengganggu mekanisme penyediaan buku sekolah yang selama ini telah berjalan. Ia bahkan meminta kalangan pendidikan mencegah jika kebijakan tersebut benar-benar diarahkan menjadi proyek pengadaan terpusat.

“Aktivis pendidikan, pemerhati pendidikan, para guru harus cegah jika Presiden Prabowo akan membuat proyek pengadaan buku kembali terpusat. Sudah edan jika ini yang dilakukan. Akan merusak sistem baik yang sudah dibangun dengan susah payah,” tulis Ferry di akun X belum lama ini.

Sorotan Ferry juga tertuju pada munculnya informasi mengenai buku sekolah yang disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) dan Sekretaris Kabinet (Seskab).

Ia mempertanyakan keterlibatan kedua pejabat tersebut dalam isu perbukuan, mengingat urusan pendidikan dan persekolahan berada di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

“Ini aneh. Ada Mendikdasmen malah yg press rilis soal buku sekolah malah Mensesneg dan Seskab. Apa Medikdasmen menolak ide yg disampaikan Presiden? Karena Mendikdasmen tahu bahwa apa yg akan dilakukan salah?” ujarnya.

Ferry Soroti Mekanisme Pengadaan Buku Sekolah

Ferry mengatakan penyediaan dan pencetakan buku sekolah memiliki mekanisme tersendiri. Menurut dia, persoalan terkait ukuran huruf atau isi buku tidak otomatis menjadi alasan untuk membuat sistem pengadaan buku baru secara terpusat.

“Mekanisme pencetakan buku di Indonesia itu ada aturannya. Ndak bisa Presiden melihat buku sekolah yg menurut beliau hurufnya kecil2 (entah buku apa), lantas mau mengubah isi buku pelajaran sekolah, yg arahnya pasti mau mencetak buku baru,” kata dia.

Ia juga mempertanyakan penjelasan mengenai persoalan buku sekolah yang disampaikan Teddy dan Pras. Ferry menilai isu tersebut seolah-olah menjadi persoalan nasional, sementara mekanisme penyediaan buku teks sekolah menurutnya tidak seperti yang digambarkan.

“Dari Keterangan Teddy dan Pras ini banyak keanehan. Seakan cari2 masalah dicetakan buku, dan masalahnya seakan nasional, dan ujung arahnya jelas ini kemana. Mekanisme penyediaan buku teks sekolah itu tak seperti yang dijelaskan mereka berdua ini. Terkait isi/materi, itu merujuk ke Kurikulum dan capaian apa yg mau dituju. Bukan merujuk ke isi/materi buku negara lain,” jelasnya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *