News

Kebijakan Guru Cicipi MBG, Jhon Sitorus: Kirain Sudaryono Ini Lebih Baik dari Nanik dan Dadan, Ternyata Sama Saja Kualitasnya



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Pegiat media sosial, Jhon Sitorus kembali menyoroti kebijakan pemerintah di balik pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Jhon Sitorus mulai mengkritisi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono yang dinilai tidak lebih baik dari para pendahulunya. Kebijakan dan pernyataan-peryataannya dinilai sering blunder.

Penilaian tersebut disampaikan dalam ciutan dia akun media sosial pribadinya.

“Kirain Sudaryono ini lebih baik dari Nanik & Dadan, ternyata sama saja kualitasnya, sering BLUNDER,” kata Jhon Sitorus dikutip Rabu (12/8/2026).

Salah satu kebijakan terbaru yang dinilai blunder yakni kebijakan yang mengharuskan guru terlebih dahulu mencicipi menu MBG sebelum dibagikan kepada para siswa.

Hal itu menjadi sorotan mengingat akan menjadi tambahan beban pekerjaan guru, yang harus dihabiskan mengecek ratusan bahkan ribuan paket makanan yang akan dibagikan kepada siswa. Belum lagi para guru juga bakal terancam menjadi korban keracunanan jika hal tersebut dilakukan.

Johon Sitorus menilai, potensi keracunan akibat menu MBG yang tidak layak konsumsi bukannya akan membuat potensi keracunan menurun, tetapi berpotensi menambah angkat keracunan. Sebab yang tadinya hanya siswa, para guru pun ikut terancam.

“Meminta guru makan bersama dengan siswa untuk cegah keracunan MBG sama saja dengan menambah potensi angka keracunan. Bukan hanya siswa yang keracunan, tapi guru juga ikut keracunan,” tandas Jhon Sitorus.

Mestinya kata dia, BGN menginstruksikan pemilik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk terlebih dahulu memastikan menu MBG layak makan sebelum didistribusikan kepada sekolah.

Jhon Sitorus bahkan memberi usulan lebih ekstrem kepada BGN agar memerintahkan petugas SPPG untuk makan bersama para siswa di sekolah, sehingga ada dorongan kepada pengelola SPPG untuk menyiapkan makanan yang benar-benar layak dan bergizi bagi siswa.

“Seharusnya, Sudaryono menyuruh kepala dan pegawai SPPG makan bersama siswa di sekolah agar mereka sebagai pelaksana dan pengelola dapur MBG benar2 serius mengelola dapur masing2.”

Dia mendesak pemerintah terutama BGN untuk tidak melempar tanggung jawab tersebut ke sekolah terutama para guru.

“Jangan lempar sesuatu yang tak pasti keamanan dan kesehatannya kesekolah, terutama siswa dan para guru,” tandasnya.

Dia menilai, jika situasi keracunan MBG tersebut terjadi, dia khawatir waktu bagi siswa untuk belajar semakin tersita karena harus masuk rumah sakit, begitu juga guru tidak bisa maksimal mentransfer ilmu kepada siswanya karena harus mengurusi MBG, dan siswanya yang keracunnan.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *