Denny Indrayana Buka Sayembara Rp100 Juta Cari Ijazah Gibran, Dede Budhyarto Balik Singgung Kasus Payment Gateway

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA – Sayembara yang dibuka mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkumham) Denny Indrayana untuk mencari atau menunjukkan ijazah sekolah menengah pertama atau sederajat milik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memantik serangan balik.
Mantan Komisaris PT Pelni Dede Budhyarto mempertanyakan sumber uang yang akan digunakan untuk hadiah sayembara tersebut. Melalui akun X pribadinya, Dede juga mengungkit perkara dugaan korupsi proyek payment gateway yang pernah menjerat Denny.
“Yang dipake buat sayembara ini duit dari hasil KORUPSI Payment Gateway 2015, Bro @dennyindrayana?? Atau dari bohir “berbadan besar” yang ngasih?” tulis Dede di akun X, dikutip Senin (10/8/2026).
Dede kemudian kembali menyinggung status hukum Denny yang menurutnya belum mendapatkan penyelesaian.
“Tersangka korupsi kerugian negara Rp32 M, kasusnya 11 tahun mangkrak, masih bebas keluyuran,” ujarnya.
Serangan Dede berlanjut dengan membandingkan perkara tersebut dengan sikap Denny yang selama ini menyuarakan isu integritas serta mengkritik Gibran.
“Tapi paling jago ceramah integritas & nyinyirin Wapres Gibran. Orang yg statusnya KOTOR malah sok suci. Ironis level dewa,” lanjutnya.
“Urus dulu kasusmu, baru buka mulut,” tutup Dede.
Denny Buka Sayembara Rp100 Juta
Polemik tersebut bermula setelah Denny membuka sayembara bagi siapa pun yang mampu menunjukkan atau mendapatkan ijazah sekolah menengah pertama atau sederajat milik Gibran.
Denny menawarkan hadiah uang tunai sebesar Rp100 juta. Ia mengaku sempat mempertimbangkan hadiah lebih besar, yakni Rp1 miliar, sebelum akhirnya mengurungkan niat tersebut.
“Siapa pun yang bisa menunjukkan atau mendapatkan ijazah sekolah menengah pertama/sederajat mas wapres, akan saya berikan hadiah Rp100 juta. Tadinya mau Rp1 miliar, tapi istri saya bilang, ‘aduh, kebanyakan.’ Maklum kita tidak punya brangkas dengan emas dan dolar,” kata Denny.
Sayembara tersebut menjadi bagian dari sikap Denny yang mempertanyakan dokumen pendidikan Gibran. Ia sebelumnya juga mendesak agar Gibran mundur dari jabatan Wakil Presiden apabila dokumen pendidikan yang dipersoalkan tidak dapat ditunjukkan.
Perkara Payment Gateway Denny
Denny Indrayana pernah ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri pada 24 Maret 2015 ketika menjabat Wamenkumham pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Ia menjadi tersangka dalam perkara dugaan korupsi proyek sistem pembayaran paspor secara elektronik atau payment gateway tahun 2014. Perkara tersebut berkaitan dengan dugaan penyalahgunaan wewenang dalam pengadaan layanan pembuatan paspor secara elektronik.
Source link
