Kinerja Keuangan FWD Insurance Positif di Semester I/2026, Premi Naik 30% YoY
PT FWD Insurance Indonesia mencatat premi sebesar Rp 766 miliar pada Semester I/2026. Jumlahnya meningkat 30% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Direktur Utama FWD Insurance Jeffrey Woo mengatakan, pertumbuhan itu didorong peningkatan produksi bisnis baru. Juga dari kinerja jalur pemasaran utama FWD Insurance seperti keagenan, bancassurance, dan digital commerce.
Kontribusi dari berbagai jalur distribusi tersebut, kata Jeffrey, memungkinkan FWD Insurance menjangkau lebih banyak masyarakat dengan solusi perlindungan yang sesuai dengan kebutuhan.
“Semester I/2026 memberikan momentum positif bagi FWD Insurance. Pertumbuhan bisnis dan perbaikan profitabilitas yang kami catat mencerminkan kepercayaan nasabah yang terus meningkat terhadap solusi, dan layanan yang kami hadirkan,” kata Jeffrey dalam keterangan resminya pada Kamis (24/9).
Masih soal kinerja, kata Jeffrey, FWD Insurance membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp 107,3 miliar. FWD Insurance mencatat koreksi positif sebesar Rp 162,9 miliar secara tahunan (yoy), dari kerugian Rp 55,6 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
FWD Insurance, kata Jeffrey, telah membayarkan klaim dan manfaat sebesar Rp 246,5 miliar, naik 17% secara tahunan. Pembayaran klaim dan manfaat itu menjadi salah satu wujud komitmen perusahaan untuk mendampingi nasabah, dan memberikan ketenangan dalam menghadapi berbagai ketidakpastian hidup.
Komitmen itu, kata Jeffrey, tercermin dari tingkat solvabilitas (RBC) sebesar 281% pada Juni 2026. Jauh di atas ketentuan minimum Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebesar 120%. Sementara itu, total ekuitas meningkat 3% menjadi Rp 2,53 triliun.
“Ke depan, FWD Insurance berkomitmen untuk terus meningkatkan pengalaman nasabah melalui layanan yang didukung teknologi digital, memperkuat kemitraan distribusi, serta mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” katanya.
