News

Ubedilah Badrun Bongkar Dugaan Setoran Oligarki Hampir Rp5 Triliun ke Sosok K: Langsung Dibelikan Saham di Negara Tertentu



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Pengamat politik, Ubedilah Badrun, mengungkap informasi yang menurutnya diperoleh dari seorang oligarki terkait dugaan aliran dana dalam jumlah fantastis kepada sosok berinisial K.

Ubedilah menyebut nilai uang yang dibicarakan mencapai hampir Rp5 triliun. Ia mengatakan pertemuan antara oligarki tersebut dengan sosok K berlangsung di luar negeri, tepatnya di Malaysia dan Singapura.

Menurut Ubedilah, dana tersebut kemudian disebut digunakan untuk membeli saham pada sejumlah perusahaan di negara lain.

Klaim Setoran Hampir Rp5 Triliun

Ubedilah mengatakan informasi tersebut diperolehnya dari percakapan langsung dengan pihak yang disebutnya sebagai oligarki.

“Informasi yang didapat dari oligarki ini bahwa oligarki bercerita baru bertemu dengan K di sebuah negara,” ujar Ubedilah dikutip fajar.co.id, Minggu (9/8/2026).

Ia kemudian mengungkap nilai dana yang disebut dalam informasi tersebut.

“Dan itu stor hampir angkanya kurang lebih Rp5 triliun. Pertemuannya di negara mana? Malaysia dan Singapura,” tukasnya.

Ubedilah menekankan bahwa angka yang dibicarakan bukan dalam skala ratusan miliar rupiah, melainkan sudah mencapai triliunan rupiah.

Setoran Dibelikan Saham di Negara Lain

Lebih lanjut, Ubedilah mengaku sempat menanyakan kepada sumbernya mengenai penggunaan uang tersebut.

“Lalu uang itu diapakan, kan saya tanya langsung dibelikan saham di perusahaan-perusahaan tertentu di negara lain,” ucapnya.

Menurut dia, informasi tersebut perlu menjadi perhatian karena menyangkut dugaan transaksi bernilai sangat besar.

“Jadi angkanya triliunan ini informasi yang mungkin saya harus sampaikan juga bahwa kenapa kita mesti bicara soal korupsi,” imbuhnya.

Ubedilah menilai dugaan aliran dana dalam jumlah besar semestinya menjadi salah satu persoalan yang ditelusuri oleh pihak berwenang.

“Ini kan salah satu faktor menjualan kita memang harus dilesaikan apalagi angkanya sangat besar tidaknya ratusan miliar tapi sudah sudah triliunan,” terangnya.

Ia mengatakan pengungkapan informasi semacam itu seharusnya dilakukan melalui proses hukum dan pemeriksaan oleh lembaga yang memiliki kewenangan.

Pernah Dicium Penasihat KPK

Ubedilah juga mengaitkan informasi tersebut dengan pernyataan seorang mantan penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Nah itu yang bisa membongkar itu sebetulnya pihak berwenang informasi sebetulnya, sempat dicium juga oleh mantan penasehat KPK,” jelasnya.

Kata Ubedilah, mantan penasihat KPK tersebut disebut pernah menyampaikan informasi mengenai angka yang nilainya kurang lebih serupa.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *