News

Bachrum Achmadi Pertanyakan Rumitnya Polemik Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Klaim Pembuktian Keaslian Dokumen Bisa Dilakukan dengan Mudah



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Pegiat media sosial Bachrum Achmadi menilai polemik dugaan ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) semestinya dapat diselesaikan dengan cara yang sederhana apabila dokumen yang dipersoalkan dapat diperlihatkan secara terbuka. Menurutnya, polemik yang terus berkembang justru memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat karena proses pembuktiannya dinilai semakin berbelit.

Bachrum mengatakan seseorang yang memiliki ijazah asli dan sah secara hukum seharusnya tidak memiliki alasan untuk menolak memperlihatkan dokumen tersebut apabila memang diperlukan untuk menjawab keraguan publik.

“Masalah ijazah dibikin rumit dan ruwet, padahal orang kalau punya ijazah asli dan legal tidak akan takut menunjukkannya ke orang,” ujar Bachrum dikutip fajar.co.id, Selasa (4/8/2026).

Ia juga mengaku heran polemik tersebut masih terus bergulir hingga sekarang.

“Baru kali ini di dunia ada manusia takut keberadaan ijazahnya dilihat orang,” lanjutnya.

Selain itu, Bachrum turut mengkritik sikap Jokowi yang menurutnya cenderung berbelit-belit dalam merespons persoalan tersebut. Ia berpendapat orang yang bersikap jujur tidak akan memberikan banyak alasan.

“Orang klo jujur pasti ga jelimet muter sana-sini, tapi kalau pembohong sudah pasti banyak alasan!,” tegasnya.

Sebelumnya, Dokter Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa kembali menyampaikan pandangannya terkait polemik dugaan ijazah palsu Jokowi. Meski tengah menjalani proses hukum, ia mengaku tetap meyakini keaslian maupun kepalsuan sebuah ijazah dapat dibuktikan melalui kajian yang telah dilakukan timnya.

Tifa menyebut penelitian yang dilakukan selama lebih dari satu tahun menjadi dasar untuk menguji berbagai dokumen yang nantinya akan diajukan dalam persidangan.

“Ijazahnya gampang kita, gampang lah pokoknya kalau ijazah itu kita mau bukti ini palsu atau asli itu gampang, gak usah pakai labfor dengan kasat mata,” ujar Tifa dikutip fajar.co.id, Selasa (4/8/2026).

Ia mengatakan keyakinan tersebut didasarkan pada proses penelitian yang telah berlangsung selama sekitar 450 hari.

“Diuntungkan dengan 450 hari di mana kita betul-betul melakukan pengkajian dan penelitiannya,” ucapnya.

Saat ditanya mengenai dokumen yang akan dijadikan barang bukti, Tifa menyebut salah satunya adalah buku alumni yang menurutnya merupakan dokumen autentik. Ia mengingatkan bahwa pada awal polemik bergulir, buku tersebut juga sempat dijadikan rujukan oleh pihak yang berbeda pandangan.

“Oh iya, kan ini adalah buku alumni, otantik ya, ini asli. Jadi sempat waktu itu malah justru termul di awal-awal justru mereka, oh ini kan buktinya di halaman 280 ada namanya Joko Widodo gitu kan,” tukasnya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *