PSI: Hampir 2 Tahun Pensiun, Jokowi Masih Bersama Rakyat

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA – Kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedy Nur Palakka, menyebut Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) masih memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi di mata masyarakat meski hampir dua tahun mengakhiri masa jabatannya.
Menurut Dedy, dukungan publik yang masih terlihat dalam berbagai aktivitas Jokowi menunjukkan mantan kepala negara tersebut tetap memiliki tempat di hati sebagian masyarakat.
Sebut Popularitas Jokowi Teruji
Dedy menilai tokoh politik dengan tingkat popularitas tinggi akan kehilangan dukungan apabila benar-benar memiliki persoalan serius di mata publik. Namun, menurutnya, hal itu tidak terjadi pada Jokowi.
“Tokoh politik seperti Jokowi yang sangat populer itu jelas akan runtuh dengan sendirinya jika bermasalah,” ujar Dedy, dikutip fajar.co.id, Rabu (5/8/2026).
Ia kemudian menyinggung perjalanan politik Jokowi yang dinilainya berjalan mulus sejak awal terjun ke dunia pemerintahan. Menurutnya, Jokowi mendapat dukungan dari berbagai partai politik sejak mencalonkan diri sebagai Wali Kota Solo, kemudian Gubernur DKI Jakarta, hingga akhirnya terpilih sebagai Presiden RI.
“Problemnya sejak beliau mendaftarkan diri jadi Wali Kota Solo, Gubernur DKI Jakarta hingga Presiden RI jalannya mulus dan didukung oleh banyak partai-partai terkemuka,” lanjutnya.
Klaim Jokowi Masih Dipercaya Rakyat
Dedy juga menilai antusiasme masyarakat terhadap Jokowi tetap tinggi meski sudah tidak lagi menjabat sebagai presiden. Baginya, kondisi tersebut mencerminkan kepercayaan publik yang masih kuat.
“Hampir dua tahun pensiun saja rakyat masih terus bersemangat berjalan bersama Jokowi,” katanya.
“Itu artinya ia mendapatkan kepercayaan tinggi dari rakyat Indonesia,” tambahnya.
Sebut Jokowi Terbiasa Berada di Tengah Masyarakat
Lebih lanjut, Dedy menilai aktivitas Jokowi yang masih sering hadir di tengah masyarakat merupakan hal yang wajar. Menurutnya, politik telah menjadi bagian dari kehidupan mantan presiden tersebut.
“Manusia politik di mana memang hidup dalam habitat politik,” ujarnya.
Karena itu, ia meminta publik tidak berlebihan menyikapi aktivitas Jokowi setelah lengser dari jabatan presiden.
“Jadi enggak perlu panik begitu saat Jokowi beredar dengan santai di tengah-tengah rakyat karena sejak dulu memang kebiasaan beliau bersama rakyat,” pungkasnya.
(Muhsin/fajar)
Source link
