Luis Figo Desak Presiden FIFA Gianni Infantino Mundur, Sebut Rencana Penjualan Piala Dunia Menjijikkan

PORTALUTAMA.NET, ZURICH – Mantan bintang Tim Nasional Portugal dan legenda Real Madrid, Luis Figo, melontarkan kritik keras yang menargetkan orang nomor satu di federasi sepak bola dunia (FIFA), Gianni Infantino.
Melansir Daily Mail, Figo secara terbuka mendesak Infantino untuk segera mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Presiden FIFA.
Pernyataan menohok tersebut dipicu oleh polemik kontroversial mengenai rencana komersialisasi dan potensi restrukturisasi hak pengelolaan kompetisi utama FIFA, termasuk Piala Dunia, yang dinilai Figo telah mengorbankan integritas serta tradisi sepak bola demi kepentingan finansial semata.
Kritik Pedas Legenda Sepak Bola
Dalam keterangannya, Figo tidak canggung menggunakan diksi yang sangat tajam untuk menggambarkan kepemimpinan Infantino dan kebijakan yang sedang digodok oleh induk organisasi sepak bola tersebut.
“Tindakan dan kebijakan ini sangat menjijikkan, penuh tipu daya, dan mencerminkan sikap pengecut,” tegas mantan pemenang Ballon d’Or tersebut, dikutip fajar.co.id, Rabu (5/8/2026).
Figo menilai bahwa di bawah kepemimpinan Infantino, FIFA dinilai semakin melenceng dari esensi utamanya sebagai badan pengatur yang melindungi olahraga, dan malah berubah menjadi mesin komersial yang mengabaikan kepentingan para pemain, klub, serta suporter di seluruh dunia.
Sorotan terhadap Rencana Penjualan dan Ekspansi Kompetisi
Perselisihan ini berakar dari berbagai proposal kontroversial yang digulirkan FIFA dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu titik krusial yang disorot adalah keterlibatan investor asing dan konsorsium finansial dalam mengambil alih atau mendanai proyek-proyek kompetisi baru FIFA. Seperti ekspansi Format Piala Dunia Antarklub dan wacana pengubahan siklus turnamen.
Langkah FIFA tersebut dinilai banyak pihak, termasuk Figo dan sejumlah otoritas sepak bola Eropa (UEFA), sebagai upaya implisit untuk “menjual” hak eksklusif kontrol komersial turnamen terbesarnya kepada investor swasta.
“Piala Dunia dan sejarah sepak bola bukan barang dagangan yang bisa dipindahtangankan demi keuntungan finansial jangka pendek. Sepak bola adalah milik publik dan para fans,” tambah Figo.
Hubungan dingin antara Figo dan Infantino sebenarnya bukan hal baru. Figo sendiri pernah mencalonkan diri dalam bursa Pemilihan Presiden FIFA pada tahun 2015 sebelum akhirnya mundur karena menilai proses politik di dalam FIFA tidak transparan.
Meskipun sempat menjabat sebagai penasihat teknis di UEFA, Figo konsisten menjadi salah satu tokoh sepak bola paling vokal dalam mengkritik berbagai reformasi radikal yang ditawarkan oleh kepengurusan Infantino sejak pria asal Swiss itu menjabat pada 2016. (sam/fajar)
Source link
