Jhon Sitorus: Bila Terjadi Konflik karena Polemik Gelar Raja Timor, Jokowi Harus Bertanggung Jawab

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Polemik penganugerahan gelar adat kepada Presiden ke-7 RI, Jokowi sebagai Sesepuh Raja Timor terus menuai perhatian publik.
Setelah muncul penolakan dari pihak yang mengatasnamakan keturunan Raja Sobe Sonbai III, kini pegiat media sosial, Jhon Sitorus turut menyampaikan pandangannya.
Dikatakan Jhon, perbedaan pandangan terkait keabsahan gelar adat tersebut berpotensi memicu gesekan di tengah masyarakat adat apabila tidak disikapi secara bijak.
Penolakan dari Keturunan Raja Sobe Sonbai III
Jhon menyinggung penolakan yang disampaikan oleh keturunan Raja Sobe Sonbai III terhadap penobatan Jokowi sebagai Sesepuh Raja Timor.
Ia bahkan menekankan bahwa penobatan tersebut tidak memiliki legitimasi menurut pihak yang menyampaikan penolakan tersebut.
“Ternyata penobatan Jokowi sebagai sesepuh Raja Timor tidak sah menurut adat alias abal-abal,” ujar Jhon dikutip fajar.co.id, Senin (3/8/2026).
Baginya, penolakan tersebut tidak bisa dianggap sebagai persoalan sepele karena datang dari pihak yang mengklaim sebagai bagian dari garis keturunan kerajaan adat.
“Keturunan Raja Sobe Sonbai III menolak gelar Jokowi tersebut,” ucapnya.
Lebih jauh, Jhon mengingatkan agar polemik mengenai gelar adat tersebut tidak berkembang menjadi konflik di tengah masyarakat yang memiliki ikatan kekerabatan dan budaya yang kuat.
Ia mengaku khawatir apabila perbedaan pandangan mengenai penobatan tersebut justru memunculkan perpecahan di lingkungan masyarakat adat.
“Saya cuma katakan, hati-hati Pak Jokowi. Anda bisa membuat perpecahan di antara sesama saudara sesuku,” tukasnya.
Menurut Jhon, penghormatan terhadap adat istiadat semestinya dilakukan dengan penuh kehati-hatian agar tidak mengganggu tatanan sosial yang telah lama terbangun.
Minta Jokowi Tidak Mengejar Gelar Kehormatan
Tidak berhenti di situ, ia menyebut bahwa Jokowi tidak perlu mengejar berbagai bentuk gelar kehormatan ketika menghadiri suatu daerah.
Ia menilai kehadiran sebagai mantan kepala negara sudah cukup menjadi bentuk penghormatan tersendiri.
Jhon juga mengingatkan agar ambisi memperoleh pengakuan tidak sampai berdampak terhadap kehidupan masyarakat adat.
“Jangan karena ambisi dan nafsu anda untuk pengakuan, gelar dan kekuasaan malah merusak tatanan yang sudah dijaga baik oleh warga lokal,” timpalnya.
Ia kemudian menyampaikan harapannya agar Jokowi cukup hadir sebagai mantan Presiden RI tanpa harus dikaitkan dengan berbagai gelar adat.
“Kalau memang hadir, hadir saja sebagai mantan presiden tanpa berharap embel-embel gelar raja atau kehormatan lainnya,” imbuhnya.
Source link
