News

Chusnul Chotimah: Kalau Bukan Gelar Raja Timor, Kenapa Jokowi Diam?



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Pegiat media sosial, Chusnul Chotimah ikut menanggapi klarifikasi yang disampaikan Dominicus Kloit Teiseran, Raja Liurai Malaka ke-15, Kerajaan Malaka Wehali, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), terkait polemik pemberitaan gelar adat kepada Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).

Chusnul menyebut penjelasan tersebut memunculkan sejumlah pertanyaan baru.

Khususnya mengenai narasi yang berkembang selama kunjungan Jokowi ke NTT bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Klarifikasi Raja Malaka Buka Fakta Baru

Dikatakan Chusnul, penjelasan Dominicus justru membuka fakta baru terkait proses pertemuan para raja dengan Jokowi.

“Drama Jokowi terbongkar. Ternyata Jokowi yang undang para raja, lalu para raja disuruh tanda tangan untuk mengundang Jokowi datang ke NTT,” ujar Chusnul, dikutip fajar.co.id, Selasa (4/8/2026).

Lanjut Chusnul, mekanisme tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai tujuan penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Ia mempertanyakan apakah langkah itu dimaksudkan untuk membangun kesan bahwa Jokowi hadir atas undangan para raja, bukan dalam rangka safari politik.

“Ini maksudnya apa ya? Apakah untuk menipu rakyat seakan-akan dia datang diundang bukan safari politik?,” tukasnya.

Narasi Gelar Raja Timor

Chusnul juga mempertanyakan mengapa isu mengenai gelar ‘Raja Timor’ dibiarkan berkembang.

Menurutnya, apabila memang acara tersebut bukan prosesi pemberian gelar adat, seharusnya narasi itu segera diluruskan.

“Lagian Jokowi kan tau acara itu bukan memberi gelar Raja Timor, lalu kenapa dia biarkan kader PSI dan dirinya memainkan isu tersebut?,” Chusnul menuturkan.

“Tujuannya apa? Apa Jokowi dan PSI enggak ada rasa hormat sedikitpun pada para raja?,” tambahnya.

Lebih jauh, ia turut mempertanyakan respons para raja adat maupun masyarakat NTT terhadap polemik tersebut.

Chusnul bilang, persoalan itu menyangkut kehormatan lembaga adat yang semestinya dijaga.

“Dan yang saya heran, kok para raja dan rakyat NTT kok enggak marah dipermainkan seperti ini? Mana kehormatan kalian?,” tandasnya.

Sebelumnya, Dominicus Kloit Teiseran, Raja Liurai Malaka ke-15, Kerajaan Malaka Wehali, Kabupaten Malaka, NTT, memberikan klarifikasi terkait pemberitaan gelar adat kepada Jokowi.

Dominicus menyatakan, yang viral Jokowi diangkat jadi Raja Timor tidak bisa dianggap benar. Yang benar menurutnya adalah Jokowi dikukuhkan sebagai Sesepuh di Timor.

“Jadi kalau orang bilang Jokowi raja di Timor, lalu kami raja sebagai apa? di NTT sudah ada struktur Raja Adat,” ucapnya.

“Jadi Jokowi bukan diangkat jadi Raja melainkan penghargaan yang diberikan adalah Sesepuh di Timor,” tambahnya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *