News

Elektabilitas Prabowo Turun, Loyalis Jokowi Minta Gerindra Lebih Aktif Counter Isu Negatif



PORTALUTAMA.NET – Loyalis Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Dede Budhyarto, menyampaikan catatan akhir pekan yang ditujukan kepada seluruh kader Partai Gerindra. Ia menyoroti minimnya pembelaan terhadap Presiden Prabowo Subianto di media sosial di tengah berbagai kritik dan serangan yang beredar.

Hal itu disampaikan Dede melalui akun X pribadinya, Sabtu (1/8/2026).

“Catatan akhir pekan untuk seluruh kader Partai @Gerindra. Sudah hampir dua tahun Presiden @prabowo memimpin republik ini. Dari pantauan data media sosial, pembelaan dan klarifikasi terhadap serangan, hoaks, serta fitnah masih sangat minim dari kader partai,” tulis Dede.

Mantan Komisaris Independen PT Pelni itu menilai, sebagai kader partai penguasa, sudah menjadi kewajiban untuk membantu, membela, dan mengklarifikasi berbagai isu yang menyasar Presiden Prabowo, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Gerindra.

“Jangan takut dituding penjilat rezim, buzzer, atau apa pun labelnya. Itu risiko normal sebagai pendukung pemerintah dan kader partai. Lawannya ya anti-pemerintah. Biarkan mereka mencaci, kalian tetap fokus sampaikan fakta,” ujarnya.

Dede juga mengingatkan agar kader Gerindra tidak hanya aktif di Instagram atau Threads. Menurutnya, pertarungan opini yang paling masif justru terjadi di platform X dan Facebook.

“Jangan hanya bermain di zona aman. Hutan belantara serangan yang masif justru terjadi di platform X (Twitter) dan Facebook. Jika terus diabaikan, akan sangat berbahaya bagi elektabilitas partai maupun Presiden,” katanya.

Ia menilai persepsi publik di era digital sangat dipengaruhi oleh narasi yang berkembang di media sosial. Karena itu, dominasi isu negatif dinilai dapat memengaruhi hasil survei elektabilitas.

“Belajar dari pengalaman rezim sebelumnya, ketika ada isu negatif, pendukung dan relawan langsung meng-counter dengan data dan fakta. Kebohongan yang diulang-ulang di media sosial lama-lama akan dianggap kebenaran,” tulisnya.

Dede mengaku telah melakukan pemantauan menggunakan mesin berbasis kecerdasan buatan (AI). Berdasarkan hasil tersebut, ia menyebut hanya ada dua partai yang dinilai aktif meng-counter isu negatif terhadap kadernya di pemerintahan, yakni Partai Demokrat dan PSI.

“Mari kita lebih aktif. Counter isu negatif dengan data dan fakta di semua platform. Jangan biarkan ruang publik dikuasai narasi yang menyesatkan,” ajaknya.

Ia menegaskan, pesannya tersebut semata-mata merupakan pengingat sebagai pendukung pemerintah.

“Ini hanya pengingat dari ‘rakyat biasa’ pendukung pemerintah yang terus berusaha menghadirkan fakta di tengah hiruk-pikuk media sosial. Salam Indonesia Raya,” tandasnya.

Sementara itu, berdasarkan survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang dirilis pada Juli 2026, elektabilitas Prabowo Subianto mengalami penurunan.

Dalam simulasi semi terbuka, elektabilitas Prabowo turun dari 34,9 persen pada November 2025 menjadi 14,5 persen pada Juli 2026. Pada simulasi head-to-head, Dedi Mulyadi memperoleh 59 persen suara, sedangkan Prabowo berada di angka 28,3 persen.

Survei yang sama juga mencatat tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah menurun dari 81,2 persen menjadi 51,1 persen dalam periode yang sama.

(Selfi/Fajar)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *