Feri Amsari Sebut Prabowo, Adik dan Ayahnya Bisa Kena Tuding Londo Ireng

PORTALUTAMA.NET,JAKARTA — Pakar Hukum Tata Negara Feri Amsari menyebut Presiden Prabowo Subianto, ayahnya Sumitro Djojohadikusumo, dan adiknya Hashim Djojohadikusumo bisa kena tuding londo ireng. Tudingan yang dialamatkan Prabowo terhadap jurnalis, pengamat, dan Lembaga Swadaya Masyarakat.
Hal tersebut, kata Feri, bisa terjadi jika menggunakan pendekatan sejarah. Mengingat Sumitro dulunya ekonom yang dikenal dekat dengan bangsa asing, terutama Amerika Serikat (AS).
“Londo Ireng. Kalo pake data sejarah, begawan Ekonomi kata Sumitro bisa kena tudingan yang sama karena dekat di asing,” kata Feri dikutip dari unggahanyya di X, Sabtu (25/7/2026).
Di dalam konteks Prabowo, menurutnya juga relevan. Mengingat Prabowo pernah ke Yordania di ujung pemerintahan Presiden ke-2 Soeharto.
“Asumsi dangkal Londo Ireng bahkan cocok bagi beliau sendiri dengan modifan, misal: “Yordan Ireng”,” ucapnya.
Begitu pula dengan adik Prabowo, Hasyim Sjojohadikusumo. Feri mengungkit saat Hasyim rapat di AS.
“Hasyim dulu rapat di US cocok juga tuh,” terangnya.
Dia pun menyarankan Prabowo agar menghindari pidato. Menurutnya, setiap berpidato, Prabowo merugikan dirinya sendiri.
“Sudah pak jangan pidato deh. Ngak baik untuk bapak,” pungkasnya.
Tudingan Prabowo
Pernyataan Prabowo disampaikan saat perayaan puncak hari lahir ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta International Convention Center, Kamis (23/7/2026).
Mulanya, Prabowo menyebut telah menginstruksikan perbaikan sekolah. Jumlahnya mencapai 100.000 di tahun 2027.
“Tahun 2027, saya instruksikan harus lebih 100.000 sekolah yang sekian belas tahun tidak disentuh,” kata Prabowo.
Tapi menurutnya, ada media yang kerap mencari kesalahan. Meliput sekolah yang tak diperbaiki, padahal yang sudah diperbaiki sudah banyak.
“Ada juga media yang walaupun kita sudah perbaiki 67.000 sekolah, dia cari sekolah yang belum dipeebaiki. Dia foto besar, taruh di halaman pertama,” ujarnya.
Meski begitu, dia enggan membeberkan media dimaksud.
“Aduh. Dia kita kita nggak ngerti. Saya nggak sebut lah media mana itu, pada saatnya akan saya sebut,” imbuhnya.
Dia menegaskan, Indonesia negara demokrasi. Prabowo sendiri mengaku tak anti kritik.
“Kalian sudah tahu lah kita negara demokrasi, kita tidak anti kritik, tapi kita bukan anak kecil,” ujarnya.
Tapi menurutnya, selalu ada pihak yang senang berbakti pada bangsa lain. Itu la yang dia sebut sebagai londo ireng.
“Kita tahu ada orang-orang Indonesia yang senang mengabdi dan berbakti kepada bangsa lain Itu yang dulu kita sebut londo ireng ya,” ungkapnya.
Source link
