News

Hendri Satrio: Gaya Komunikasi Menteri PU Tidak Salah, tapi Timingnya Tidak Tepat



PORTALUTAMA.NET,JAKARTA — Analis Komunikasi Politik Hendri Satrio menilai gaya komunikasi Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo tidak keliru. Menurutnya, apa yang ditampilkan merupakan gaya naturalnya.

“Tidak ada yang salah dari gaya natural komunikasi Menteri PU, itu gaya naturalnya dia,” kata Hendri kepada fajar.co.id saat dikonfirmasi, Rabu (22/7/2026).

Meski begitu, menurutnya gaya komunikasi tersebut saat ini tidak tepat. Sehingga saat ini menuai banyak sorotan.

“Hanya memang timingnya tidak tepat. Kalau secara natural dan timingnya tepat, menurut saya nggak menimbulkan problem apa-apa,” ucapnya.

Dia menilai, momentum saat ini, mestinya digunakan untuk memperbaeki persoalan yang ada dengan komunikasi. Bukan memaksakan gaya komunikasi yang bisa disalah pahami masyarakat.

“Timingnya tidak tepat. Di saat ada krisis komunikasi, di saat ada hal yang harus diperbaeki, dia tetap melakukan gaya komunikasi seperti itu,” terangnya.

Jika bisa mengendalikan diri, menurutnya gaya komunkasi Dody bisa diterima masyarakat.

“Kalau tidak terbawa terlalu natural, pasti akan diterima lebih baik. Lebih mudah diterima masyarakat,” pungkasnya.

Respons Istana

Menteri Sekretaris Negara (Mensegneg) Prasetyo Hadi sebelumnya buka suara. Terkait sorotan terhadap gaya komunikasi Menteri PU.

“Ya kalau berkenaan dengan evaluasi kepada seluruh kementerian maupun kepada pejabat menterinya, memang rutin terus menerus kita lakukan evaluasi,” kata Pras kepada jurnalis di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (21/7/2026).

“Dalam artian saling berkoordinasi, dalam artian saling memberikan masukan, karena ada beberapa hal yang memang tergantung konteksnya ya,” sambungnya.

Dia menyebut ada ruang sendiri untuk mengevaluasi kinerja.

“Kalau evaluasi dari sisi kinerja itu ada sendiri bagaimana cara kita kemudian mengevaluasi,” ucapnya.

Soal evaluasi komunikasi, dia bilang ada barometer lain.

“Tapi kalau pertanyaannya tadi adalah mengevaluasi dari sisi bagaimana cara berkomunikasi, palagi yang berkenaan dengan karakter masing-masing itu juga tentunya parameter atau indikator dan cara mengevaluasinya berbeda,” imbuhnya.
(Arya/Fajar)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *