Era Baru Macan Kemayoran: Shin Tae-yong Mulai Gembleng Persija, Terapkan Disiplin Besi ala Korea!

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Genderang perang menyambut musim kompetisi 2026/2027 resmi ditabuh Persija Jakarta. Skuad Macan Kemayoran langsung tancap gas menggelar sesi latihan perdana yang sarat atensi. Pasalnya, latihan ini dipimpin langsung oleh juru taktik anyar mereka yang bertangan dingin, Shin Tae-yong.
Pekan pertama ini sengata dimanfaatkan arsitek asal Korea Selatan tersebut sebagai fase krusial untuk menanamkan fondasi permainan. Ia ingin menyuntikkan karakter tim yang tangguh sebelum kompetisi resmi bergulir.
Meski komposisi skuad Macan Kemayoran belum komplet, Shin Tae-yong menolak bersantai dan memilih langsung memeras keringat anak asuhnya. Saat ini, beberapa pilar asing dilaporkan masih dalam perjalanan menuju ibu kota. Sementara itu, enam bintang lokal Persija lainnya juga absen lantaran harus menunaikan tugas negara bersama Timnas Indonesia.
Namun, bolongnya skuad tidak dijadikan alibi bagi STY untuk menunda cetak biru pembentukan tim. Baginya, menyamakan persepsi dan membangun identitas permainan sejak detik pertama jauh lebih krusial, sehingga saat tim sudah berkumpul penuh, mesin tim bisa langsung melesat.
Disiplin Besi dan Sepak Bola Intensitas Tinggi
Mantan pelatih Timnas Indonesia berusia 57 tahun ini menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi pemain yang malas. Disiplin mutlak menjadi hukum tertinggi dalam sistem permainan yang ia bawa ke Jakarta. STY menuntut konsentrasi penuh dari anak asuhnya karena taktik yang diusungnya bakal menguras fisik dengan intensitas tinggi sepanjang 90 menit.
“Karena kami memainkan sepak bola yang intens, disiplin dalam sistem adalah yang paling penting. Kami harus membangun hal itu secara sistematis,” tegas Shin Tae-yong di pinggir lapangan.
Bukan cuma urusan fisik dan taktik, STY juga menaruh perhatian besar pada psikologis ruang ganti. Ia ingin membangun jembatan komunikasi yang harmonis antara pemain dan jajaran staf pelatih demi menciptakan tim yang kompetitif.
Aspek keharmonisan ini menjadi krusial mengingat musim ini Persija kedatangan banyak wajah baru. Adaptasi kilat dan mulus diyakini bakal mempercepat chemistry antarpemain saat bertempur di lapangan hijau.
Bukan Sekadar Kumpulan Pemain Bintang
STY sadar betul bahwa taburan pemain bintang tidak menjamin sebuah klub otomatis menjadi juara. Kolektivitas, kekompakan, dan rasa saling percaya antar-elemen tim adalah kunci utama untuk menyatukan ego serta kemampuan individu menjadi sebuah kekuatan yang menakutkan.
“Dalam sepak bola, sebuah tim hanya bisa menjadi tim yang baik jika menjadi satu tim. Prioritas utama adalah menciptakan suasana agar mereka bisa beradaptasi dengan baik sehingga kami bisa bergerak sebagai satu kesatuan tim. Saya rasa itulah cara agar pemain-pemain hebat bisa menghasilkan pertandingan yang bagus,” jelasnya panjang lebar.
Pesan Khusus untuk Jakmania: Proses Tak Bisa Instan
Di tengah antusiasme yang membumbung tinggi, Shin Tae-yong juga menyelipkan pesan khusus untuk basis massa suporter setia mereka, Jakmania. Ia meminta para pendukung untuk mengawal proses ini dengan kesabaran. Membangun tim raksasa dengan filosofi sepak bola yang baru membutuhkan waktu dan tidak bisa disulap dalam semalam.
Source link
