Sentil Kasus Rp67,2 Miliar dan Rumah Jampidsus Dijaga TNI, Yusuf Dumdum: Kebetulan atau Apa?

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Pegiat media sosial, Yusuf Dumdum, blak-blakan menyoroti dua peristiwa yang terjadi hampir bersamaan di Jakarta Selatan pada Rabu (8/7/2026) malam.
Ia mengaitkan penggeledahan yang dilakukan tim gabungan Polri dengan pengamanan di kediaman Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah.
Yusuf mempertanyakan situasi tersebut dan menyebut publik mulai bertanya-tanya mengenai keterkaitan kedua peristiwa itu.
Rumah Jampidsus Dijaga TNI
Ia menyinggung pengamanan ketat di rumah Jampidsus yang disebut terjadi tak lama setelah penggeledahan di Kafe de’Clan.
“Kejadian janggal ketika polisi selesai melakukan penggeledahan di Kafe de’Clan, tiba-tiba tak berselang lama rumah Jampidsus, Febrie Adriansyah, dijaga ketat pasukan TNI,” ujar Yusuf, dikutip fajar.co.id, Kamis (9/7/2026).
Baginya, kondisi tersebut memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat.
“Banyak yang bertanya, ada apa?” tukasnya.
Ia kemudian menguraikan dua peristiwa yang terjadi pada malam yang sama.
“Bayangkan saja. Dua peristiwa besar terjadi hampir bersamaan di Jakarta Selatan (Jaksel) pada Rabu (8/7/2026) malam,” ucap Yusuf.
Yusuf menyebut tim gabungan Polri menyita uang tunai dalam jumlah besar dari hasil penggeledahan di Kafe de’Clan Signature dan Koin Money Changer.
“Tim gabungan Polri menyita uang tunai senilai Rp67,2 miliar dari hasil penggeledahan di Kafe de’Clan Signature dan Koin Money Changer, Cipete, Jaksel,” bebernya.
Di waktu yang hampir bersamaan, kata dia, kediaman Jampidsus mendapat penjagaan ketat dari personel TNI.
“Pada saat bersamaan, kediaman Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, di Jaksel mendadak dijaga ketat oleh sekitar 20 personel TNI bersenjata lengkap,” jelasnya.
Polri dan Kejaksaan Berlomba Tangani Perkara
Yusuf juga menyinggung hubungan antara Kejaksaan dan TNI yang belakangan kerap terlihat dalam sejumlah penanganan perkara.
“Kita tahu, Kejaksaan belakangan ini lebih dominan bersama tim dari TNI,” imbuhnya.
Ia kemudian mengingatkan bahwa penggeledahan di Kafe de’Clan dan Koin Money Changer merupakan bagian dari penyidikan bersama.
“Sekadar info, penggeledahan di Kafe de’Clan dan Koin Money Changer merupakan bagian dari joint investigation antara Kortastipidkor Polri dan Polda Metro Jaya terkait kasus korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU),” kata dia.
Kaitkan dengan Kasus MBG
Tidak berhenti di situ, Yusuf turut mengungkit perkara dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Source link
