Aktivis 98 Kritik Keras Manajemen Politik Prabowo, Sebut Respons Pemerintah Lamban di Tengah Gelombang Demo Mahasiswa

JAKARTA, PORTALUTAMA.NET – Gelombang aksi demonstrasi yang digelar mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat sipil terus meluas di sejumlah kota besar di Indonesia. Berbagai aliansi, termasuk Cipayung Plus dan organisasi mahasiswa dari berbagai kampus, turun ke jalan menyuarakan kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Sejumlah isu menjadi sorotan dalam aksi tersebut, mulai dari persoalan ekonomi, kebijakan sosial, revisi undang-undang, konflik agraria, hingga penegakan hukum. Massa aksi juga menilai pemerintah belum memberikan respons yang memadai terhadap berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
Salah satu tuntutan yang mengemuka adalah evaluasi terhadap program prioritas pemerintah. Para demonstran menilai program tersebut berpotensi mengurangi alokasi anggaran sektor pendidikan dan dianggap belum sebanding dengan kebutuhan masyarakat yang lebih mendesak.
Selain itu, isu kenaikan biaya hidup turut menjadi perhatian. Massa aksi mendesak pemerintah menjaga stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM), khususnya Pertamax, serta menekan harga kebutuhan pokok yang dinilai semakin membebani masyarakat di tengah melemahnya daya beli dan tekanan ekonomi.
Revisi Undang-Undang TNI juga menjadi salah satu poin utama yang dipersoalkan. Para demonstran menilai perubahan regulasi tersebut berpotensi memperluas peran militer di ranah sipil sehingga memunculkan kekhawatiran terhadap prinsip supremasi sipil dalam sistem demokrasi.
Di sisi lain, berbagai kelompok masyarakat sipil juga menyoroti persoalan lingkungan dan konflik agraria. Mereka meminta pemerintah lebih serius menangani perampasan ruang hidup masyarakat adat serta kerusakan lingkungan yang dinilai terus meningkat di berbagai daerah.
Di tengah meningkatnya aksi demonstrasi, kritik juga datang dari mantan aktivis Reformasi 1998 sekaligus praktisi hukum, Firman Tendry. Ia menilai pemerintah belum mampu mengelola dinamika politik nasional secara efektif.
“Presiden Prabowo terlalu lamban dan tidak cerdas dalam manajemen politik, makanya situasi nasional makin rumit dan tidak ada perubahan yang dirasakan masyarakat dalam dua tahun awal pemerintahannya,” ujar Firman Tendry dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (30/6).
Menurut Firman, kondisi tersebut memperlihatkan adanya persoalan dalam komunikasi politik pemerintah yang dinilai belum mampu menjawab keresahan publik.
Ia menyebut gelombang demonstrasi yang terus terjadi tidak dapat dipandang sebagai bentuk ketidakpuasan sesaat, melainkan menjadi sinyal adanya penurunan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.
Source link
