Seri Rasa Juara, Curacao Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026, Raja dan Ratu Belanda Ikut Merayakan

PORTALUTAMA.NET, DOHA – Sebuah keajaiban tersaji di Piala Dunia 2026. Curacao, negara pulau kecil di Karibia yang datang sebagai tim peringkat ke-82 FIFA sekaligus kontestan terkecil dalam sejarah turnamen, baru saja mengukir tinta emas. Hasil imbang 0-0 melawan raksasa Amerika Selatan, Ekuador, dirayakan layaknya sebuah gelar juara.
Tak tanggung-tanggung, momen bersejarah ini disaksikan langsung oleh Raja Belanda Willem-Alexander dan Ratu Maxima yang hadir di tribun stadion, memberikan restu kerajaan bagi perjuangan heroik negara berpenduduk 156 ribu jiwa tersebut.
Momen tersebut semakin spesial ketika Raja Belanda Willem-Alexander dan Ratu Maxima turut masuk ke ruang ganti Curacao. Keduanya tampak berjoget, bernyanyi, dan merayakan hasil bersejarah bersama para pemain serta ofisial tim.
Negara kepulauan kecil Curaçao adalah negara konstituen dalam Kerajaan Belanda, dan itu menjadikan Raja Willem-Alexander dan Ratu Maxima sebagai kepala negara.
Tembok Kokoh Bernama Eloy Room
Bermain di bawah tekanan 68.598 penonton, Curacao diprediksi akan menjadi bulan-bulanan Ekuador, terutama setelah mereka luluh lantak 1-7 di tangan Jerman pada laga pembuka. Ekuador pun langsung membombardir pertahanan anak asuh Dick Advocaat dengan 27 tembakan dan mencatatkan expected goals (xG) fantastis sebesar 3,05.
Namun, Ekuador lupa bahwa Curacao memiliki Eloy Room di bawah mistar.
“Berikan tepuk tangan untuk Room. Benar-benar luar biasa. Jumlah penyelamatannya… kau hampir saja membutuhkan kalkulator di akhir pertandingan untuk menghitungnya!” ujar Martin Keown, Analis BBC Sport dan Eks Bek Arsenal.
Pecahkan Rekor Dunia Sejak 1966
Penjaga gawang berusia 37 tahun tersebut tampil kesetanan dengan membukukan 15 penyelamatan sepanjang 90 menit. Berdasarkan data Opta, ini adalah jumlah penyelamatan terbanyak dalam waktu normal di Piala Dunia sejak pencatatan data dimulai pada tahun 1966!
Aksi Room bahkan melampaui catatan legendaris Tim Howard (AS) saat melawan Belgia di Piala Dunia 2014. Bedanya, Howard kebobolan dua gol di babak penentuan, sementara Room pulang dengan clean sheet perawan.
Perbandingan Rekor Penyelamatan Piala Dunia
| Kiper | Negara | Jumlah Penyelamatan | Status Akhir Laga |
| Eloy Room (2026) | Curacao | 15 | Clean Sheet (0-0 vs Ekuador) |
| Tim Howard (2014) | Amerika Serikat | 15 | Kebobolan 2 Gol (Babak Tambahan) |
Menanggapi rekor gila ini, kiper Miami FC tersebut berseloroh dengan jenaka. “Saya rasa Tim Howard sedang berkeringat menyaksikan saya dari rumah. Sekarang, saya rasa saya layak dibuatkan patung di Curacao,” canda Room.
Dari Ajakan Kluivert hingga Hobi Padel
Kisah Room membela Curacao adalah cerita tentang nasionalisme yang unik. Lahir di Nijmegen dan sempat membela timnas muda Belanda, Room akhirnya luluh setelah diyakinkan oleh striker legendaris Patrick Kluivert untuk membela tanah kelahiran ayahnya.
Berbekal pengalaman 200+ penampilan di Eredivisie bersama PSV dan Vitesse, serta trofi MLS Cup 2020 bersama Columbus Crew, Room membawa kematangan mental ke panggung dunia. Menariknya, ia mengaku rahasia refleks kilatnya di usia senja adalah karena hobi bermain padel.
Source link
