Teddy Gusnaidi: Tiyo Ardianto Bisanya Cuma Memaki dan Membuat Kepanjangan MBG

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Wakil Ketua Umum Partai Garuda, Teddy Gusnaidi, melontarkan kritik tajam terhadap sosok Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto, yang belakangan aktif melontarkan kritik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Teddy mengaku pihaknya pernah mencoba mengundang sejumlah aktivis mahasiswa, termasuk Tiyo, untuk hadir dalam forum diskusi yang digelar melalui podcast miliknya.
Namun, menurut dia, ajakan tersebut tidak mendapat respons positif.
Klaim Tiyo Pernah Diundang
Teddy mengatakan timnya sudah beberapa kali membuka ruang dialog bagi aktivis mahasiswa yang kerap menyampaikan kritik kepada pemerintah.
“Tentu, tentu kita sudah pernah undang ya. Tim cumi-cumi itu sudah pernah mengundang Tio dan beberapa aktivis mahasiswa. Tapi ya itu, mereka tidak bersedia,” ujar Teddy dikutip fajar.co.id, Selasa (16/6/2026).
Dikatakan Teddy, penolakan tersebut bukan hal yang mengejutkan.
“Mereka tidak bersedia ya wajar karena mereka tahu kalau datang ke cumi-cumi, apalagi kayak Tiyo yang cuma bisa maki-maki, lalu membuat kepanjangan-kepanjangan, lalu apa namanya, sinis-sinisan gitu kan, tentu mereka tidak mungkin akan berhadapan di podcast OTT,” katanya.
Teddy menekankan bahwa para aktivis yang selama ini vokal di ruang publik akan menghadapi tantangan berbeda ketika diminta menjelaskan argumentasi mereka secara langsung dalam forum diskusi.
“Yang saya jadi host di sana gitu kan. Mereka tahu penyakitnya, kenapa?” lanjutnya.
Ia kemudian menyinggung pengalaman menghadirkan sejumlah tokoh mahasiswa dalam podcast yang sama.
“Ya karena mereka sudah pernah melihat pendahulu mereka, ketua BEM sebelumnya ya, ketika di podcast, kelihatan lah, ya sama sekali tidak tahu apa yang mereka sampaikan selama ini, ternyata mereka sama sekali tidak tahu,” ucap Teddy.
Pengalaman Berdialog dengan Aktivis Mahasiswa
Selain mantan ketua BEM, Teddy mengaku pernah berdiskusi dengan sejumlah pimpinan organisasi mahasiswa lainnya.
Kata dia, sebagian dari mereka kesulitan menjelaskan kritik yang sebelumnya disampaikan kepada publik.
“Lalu ada juga ya pimpinan-pimpinan mahasiswa gitu kan, yang coba lihat tadi apa, podcast OTT di cumi-cumi, bagaimana mereka kelabakan padahal saya tidak pernah menyerang,” Teddy menuturkan.
“Saya hanya mengembalikan pertanyaan mereka, mereka sama sekali tidak mengerti apa yang harus mereka sampaikan,” tambahnya.
Teddy juga menyinggung sejumlah perdebatan yang pernah dilakukannya di berbagai program televisi nasional.
Ia menilai pengalaman tersebut turut menjadi pertimbangan bagi pihak-pihak yang enggan menerima tantangan berdiskusi secara langsung.
Source link
