Viral Video TKW Dipukuli Majikan, 4 Warga Malaysia Ditangkap Polisi Johor

PORTALUTAMA.NET, JOHOR — Video penganiayaan TKW asal Indonesia yang viral di media sosial berujung penangkapan.
Polisi Malaysia resmi menahan 4 orang pelaku terdiri dari 2 pasang suami istri atas dugaan kekerasan terhadap asisten rumah tangga di Johor.
Kapolres Johor Datuk Ab Rahaman Arsad mengonfirmasi penangkapan itu saat melakukan konferensi pers pada Minggu (14/6/2026). Video konferensi pers itu kini beredar luas di berbagai platform media sosial.
Pihaknya mendeteksi 4 video viral yang memperlihatkan pekerja rumah tangga asing asal Indonesia diduga disiksa 2 pria dan 2 wanita warga setempat.
Ditangkap Sabtu Malam di Johor Bahru
Berdasarkan informasi intelijen, tim Departemen Investigasi Kriminal Kontingen Johor bersama Polres Johor Bahru Utara menangkap para tersangka pada Sabtu (13/6/2026) sekitar pukul 19.30 waktu setempat.
Keempatnya berusia 30-34 tahun dan tidak memiliki catatan kriminal. Hasil tes urine seluruh tersangka negatif narkoba.
“Polisi turut menyita barang bukti berupa telepon genggam, pakaian milik tersangka, satu unit kamera CCTV, serta dua paspor milik seorang perempuan WNI yang diduga bekerja sebagai ART pada salah satu pasangan tersebut,” kata Ab Rahaman.
Polisi akan mengajukan permohonan penahanan reman terhadap para tersangka berdasarkan Pasal 117 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana Malaysia di Pengadilan Johor Bahru.
Peristiwa Terjadi Juli 2025, Video Baru Viral
Dari hasil penyelidikan awal, insiden yang terekam video itu diduga terjadi 26 Juli 2025 di sebuah rumah kawasan Taman Johor, Tampoi, Johor. Namun rekaman baru beredar luas di media sosial beberapa hari terakhir.
Ab Rahaman menyebut polisi masih mendalami motif di balik penganiayaan tersebut.
Selain korban utama, polisi juga tengah melacak 2 perempuan lain yang diketahui bekerja sebagai ART di rumah yang sama. Keduanya diyakini turut menjadi korban kekerasan dan diduga merekam kejadian yang menimpa rekan mereka.
“Seluruh korban berusia sekitar 20-an tahun dan diduga telah melarikan diri,” ujarnya.
Respons Publik Setelah Desakan Ahmad Dhani
Kasus ini sebelumnya viral setelah Ahmad Dhani mengunggah video serupa di Instagram @ahmaddhaniofficial dengan caption menuntut Presiden RI agar pelaku ditangkap dan “biar kami yang mengadili”.
Unggahan itu tembus 14,4 ribu like dan 2.811 komentar. Bahkan beberapa warga Malaysia yang melihat postingan Ahmad Dhani tersebut ikut marah dan mendesak agar pelaku segera ditangkap.
Kini setelah polisi Malaysia bergerak cepat, publik menanti perkembangan terbaru terkait kondisi korban, proses hukum, dan peran KBRI Kuala Lumpur dalam pendampingan WNI. (sam/fajar)
Source link
