Dandhy Laksono soal TPNPB Bunuh Sipil: Mereka Berubah dari Pejuang Kemerdekaan Jadi Penjahat Perang?

PORTALUTAMA.NET,JAKARTA — Jurnalis sekaligus Produser Pesta Babi, Dandhy Laksono menayakan pembunuhan yang dilakukan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) terhadap warga sipil tak bersenjata.
Hal tersebut menanggapi pembunuhan Aris Sanda, supir yang ditembak mati di Jalur Trans Wamena, Papua Pegunungan. TPNPB mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut.
“Apakah mereka sedang berubah dari pejuang kemerdekaan menjadi kawanan penjahat perang?” kata Dandhy dikutip dari unggahannya di X, Rabu (16/9/2026).
Di sisi lain, Dandhy merasa selama ini gerilyawan TPNPB aktif membunuh warga sipil tak bersenjata. Ketika gelombang simpati dan solidaritas malah menguat.
“Salah satu pikiran saya selama ini. Ketika gelombang simpati dan solidaritas sedang menguat untuk Papua, gerilyawannya makin aktif membunuhi orang-orang yang tidak bersenjata. Apapun klaimnya,” ujar Dandhy.
Dandhy menggunakan istilah penjahat perang bukan tanpa alasan.
“Disebut penjahat perang (war criminal) karena memang selalu ada di wilayah perang (konflik). Itu yang membedakannya dengan kriminal biasa,” ucapnya.
Mestinya, Dandhy mengatakan TPNPB tunduk pada hukum humaniter.
“Bahkan jika TPNPB diakui sebagai pejuang kemerdekaan, dia tetap harus tunduk pada konvensi Jenewa atau hukum humaniter internasional,” pungkasnya.
Pembunuhan Aris Sana
Jenazah Aris Sanda, korban penembakan di Jalur Trans Wamena, Papua Pegunungan, ditemukan oleh prajurit Koops TNI Habema bersama mobil yang digunakannya dalam kondisi terbakar.
Temuan tersebut diperoleh setelah personel melakukan pencarian dan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Saat ini, proses evakuasi jenazah masih berlangsung dengan memperhatikan keamanan personel dan kondisi di lapangan.
Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol Infanteri M. Wirya Arthadiguna mengatakan peristiwa diduga terjadi pada Selasa (15/9) sekitar pukul 06.00 WIT di sekitar Pertigaan Danau Habema, Gunung Boy, Distrik Trikora, Jayawijaya.
Menurut informasi yang diterima Koops TNI Habema, korban yang merupakan sopir angkutan itu dicegat saat melintas menuju wilayah Mbua. Pendalaman mengenai kronologi kejadian masih dilakukan bersama aparat keamanan terkait.
Juru Bicara TPNPB Sebby Sambom kemudian menyatakan kelompoknya bertanggung jawab atas penembakan tersebut.
Sebby mengklaim Aris merupakan agen intelijen yang menyamar sebagai sopir. Klaim tersebut merupakan pernyataan dari pihak TPNPB.
(Arya/Fajar)
Source link
