Mahasiswa Unhas Diduga Diintimidasi Usai Kritik MBG…

PORTALUTAMA.NET,MAKASSAR — Sejumlah mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) mengaku diintimidasi usai kritik kampusnya mengelola dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) alias Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Mahasiswa Unhas pada Kamis, 11 Juni 2026 melakukan demonstrasi di Gedung Rektorat Unhas. Mereka menyoal Unhas yang mengelola SPPG.
“Pasca aksi anak-anak di beberapa fakultas mendapatkan intimidasi, intervensi, dan upaya profiling dari dekannya masing-masing,” kata Rola (bukan nama sebenarnya), mahasiswa Unhas yang ikut berdemonstrasi, kepada fajar.co.id, Sabtu (13/6/2026).
Unhas diketahui meresmikan SPPG 28 April 2026. Mahasiswa dari berbagai fakultas, kata Rola, kemudian merespons dengan demonstrasi dan konten di media sosial sebagai bentuk penolakan.
“Sudah beberapa bulan dini SPPG, dan kita belum ada pernyataan. Jadi kemarin kita kumpul, sepakat agar SPPG dicabut dari Unhas,” terang Rola.
Namun, kata Rola, aspirasi mereka tak diindahkan. Pihak Unhas yang menemui mereka saat demonstrasi, menyebut MBG sesuai dengan tridharma perguruan tinggi.
“Menurut mereka SPPG, MBG, tidak bertentangan dengan tridharma perguruan tinggi. Kedua, di antara usahanya Unhas, kalau tidak salah 20, mereka bilang MBG paling kecil penghasilannya,” papar Rola.
Dugaan Intimidasi Berbagai Rupa
Intimidasi yang diduga diterima mahasiswa usai mengkritik SPPG di Unhas berbagai rupa. Ada dekan yang mengintimidasi mahasiswanya dengan ancaman pidana.
“Ada yang diancam dengan pidana. Upaya kriminalisasi oleh dekan,” kata Rola.
Rola enggan membeberkan identitas dekan dimaksud dan fakultasnya. Karena alasan keamanan.
Tapi yang pasti, kata dia, dekan tersebut menuding mahasiswa melakukan pencemaran nama baik. Setelah mengunggah pernyataan sikap penolakan dengan memplesetkan kepanjangan SPPG menjadi Satuan Penjilat Prabowi Gibran.
“Disuruh takedown postingan, dan dituduh juga pencamaran nama baik,” terang Rola.
Di Fakultas Pertanian dan Peternakan, ada upaya profiling. Mereka juga dituding melakukan vandalisme.
Sementara di Fakultas Teknik, dekanat diduga mengancam Drop Out (DO) kepada seorang mahasiswa. Setelah Organisasi Kemahasiswaan Fakultas Teknik (OKFT) mengunggah kajian mereka di Instagram terkait pengelolaan SPPG di Unhas.
“Anak teknik itu, betul dia diancam drop out,” ucapnya.
Terkait ini, Rola bilang, informasi bahwa ada puluhan mahasiswa teknik diskorsing tidak benar. Yang ada ancaman DO.
“Dia diancam secara verbal oleh dekan. Cuma tidak ada buktinya, karena ancamannya verbal,” ujar Rola.
Hal serupa diungkapkan Arnol (bukan nama sebenarnya), seorang mahasiswa teknik. Arnol bilang, ancaman DO itu diterima kawannya.
Source link
