Mahfud MD Minta Kejagung Jelaskan Alasan Nanik S Deyang Tidak Diperiksa: Semuanya Ugal-ugalan yang Ngelola…

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Pakar Hukum Tata Negara Mahfud MD menyoroti mengapa Nanik S Deyang tak diperiksa dalam kasus korupsi Makan Bergizi Gratis (MBG). Padahal sebelumnya, wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, telah ditetapkan sebagai tersangka.
Sementara itu, Nanik justru dilantik menjadi Kepala BGN yang baru.
“Kalau secara hukum sih, harus disidik sampai tuntas. Itu secara hukum standar lah. Hukum apa pun mengatakan itu harus diungkap sampai ke akar-akarnya. Jangan pilih-pilih ini saja,” kata Mahfud, dikutip dari YouTube Mahfud MD Official, Rabu (10/6/2026).
Menurutnya, bisa jadi ada sejumlah faktor yang memengaruhi Nanik tidak diperiksa. Misalnya karena tidak adanya bukti yang kuat.
Namun, memungkinkan pula adanya faktor lain, seperti titipan.
“Mungkin satu dugaannya belum terlalu kuat, sehingga ini dulu yang kuat-kuat dulu. Atau mungkin ada faktor lain yang tidak kita ketahui. Titipan atau apa kan, bisa saja ditunda dulu dan seterusnya,” ujarnya.
“Kan hukum di Indonesia sekarang tebang pilih kayak gitu. Masih terasa ya,” sambung Mahfud.
Kejagung Mesti Menjelaskan
Mahfud menilai Kejaksaan Agung (Kejagung) berutang penjelasan kepada publik terkait alasan mengapa Nanik tidak diperiksa.
“Mestinya kan dijelaskan juga oleh kejaksaan kenapa Ibu Nanik tidak diperiksa. Itu kan,” ucapnya.
Jika bisa dijelaskan, menurutnya hal itu tidak selalu berdampak buruk bagi Nanik. Bahkan bisa saja menguntungkan.
“Oh dia kan baru di situ. Dia justru sesudah ada di situ jadi terungkap. Itu bisa begitu. Tapi bisa juga dia ikut di situ. Cuma ada yang menyelamatkan dan sebagainya,” imbuhnya.
“Menurut saya, Kejaksaan Agung punya tanggung jawab itu ya, untuk mengungkap itu,” tambahnya.
Apalagi, kata dia, jaringan MBG sangat besar. Karena itu, dugaan korupsinya perlu diusut hingga tuntas.
“Karena ini jaringannya kan banyak sekali,” pungkasnya.
Korupsi Tercium Sejak Awal
Di kanal YouTube-nya, Mahfud mengaku sudah kerap menyampaikan dugaan korupsi dalam program MBG. Hal itu menurutnya tidak mengherankan.
“Sejak awal kita sudah bilang kalau mengelola kayak gitu sudah pasti ada korupsinya. Hanya orang bodoh yang mengatakan itu tidak ada dugaan korupsinya,” ucapnya.
Pengelolaan MBG, menurutnya, sejak awal tidak mencerminkan akuntabilitas. Banyak hal yang tidak jelas.
“Pengelolaan awut-awutan sejak awal, beri barang sembarangan, makanya enggak karuan, enggak ada standarnya secara nasional. Anggarannya enggak pernah jelas bagaimana mempertanggungjawabkannya,” paparnya.
“Semuanya ugal-ugalan tuh yang ngelola,” sambung Mahfud.
Source link
