Beton Sudah Dituang, Public Trust Diuji

Oleh: Adekamwa
(Humas Pusjar SKMP LAN)
Public Trust terhadap pemerintah tidak dibangun ketika sebuah proyek selesai,
melainkan sejak pemerintah bersedia membuktikan bahwa keputusan itu, memang
berpihak pada kepentingan masyarakat.
Jalan Aroepala di Kota Makassar memberi contoh konkret tentang prinsip tersebut.
Dalam keterangan yang dipublikasikan melalui laman resmi sulselprov.go.id pada 31 Juli
2026, Pemprov Sulawesi Selatan menjelaskan alasan memilih konstruksi beton pada ruas
jalan yang selama ini kerap tergenang, dan berulang kali rusak setelah dilapisi aspal.
Bagi Penulis di dunia komunikasi pemerintahan, penjelasan semacam itu memiliki makna
yang jauh lebih luas.
Ketika uang pajak digunakan untuk sebuah proyek, masyarakat tidak hanya
membutuhkan jalan yang layak, tetapi juga alasan yang dapat dipercaya tentang
bagaimana pemerintah sampai pada keputusan tersebut.
Waktu yang Harus Dijelaskan
Kepercayaan menjadi kian penting ketika keputusan pemerintah menimbulkan
konsekuensi yang langsung dirasakan warga.
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel, Andi Ihsan, menjelaskan bahwa
beton membutuhkan waktu sekurang-kurangnya 28 hari untuk mencapai kekuatan yang
dipersyaratkan (sulselprov.go.id, 31 Juli 2026). Karena itu, jalan tidak dapat langsung
dibuka seluruhnya begitu pekerjaan fisik rampung.
Dalam situasi seperti ini, komunikasi pemerintah tidak cukup hanya menyatakan bahwa
pekerjaan sedang berlangsung. Pemerintah perlu menguraikan alasan, tahapan, dan
kepastian waktu – agar warga memahami mengapa harus menanggung ketidaknyamanan
sementara.
Ketika Warga Melihat, Bukan Hanya Mendengar
Perkembangan pada 18 September 2026 memperlihatkan bahwa proses tersebut
berlangsung secara bertahap.
Penulis memperhatikan langsung di lokasi bahwa dua lajur Jalan Aroepala menuju
Kabupaten Gowa telah dapat dilalui kendaraan, dan arus lalu lintas mulai kembali lancar.
Sementara itu, arah menuju Kota Makassar baru satu lajur yang difungsikan.
Informasi yang dimuat fajar.co.id pada 18 September 2026 kembali menegaskan bahwa
pembukaan jalan dilakukan bertahap dengan mempertimbangkan kekuatan struktur.
Di titik inilah Public Trust sesungguhnya diuji, melalui konsistensi antara apa yang
dijelaskan pemerintah dan apa yang disaksikan masyarakat di lapangan.
Kepercayaan Dibangun dari Penjelasan
Public Trust menjadi salah satu ukuran penting hubungan antara pemerintah dan warga. Dalam OECD Survey on Drivers of Trust in Public Institutions 2026 yang dirilis 29 Juni
2026, rata-rata hanya 40 persen responden di negara-negara OECD menyatakan memiliki
tingkat kepercayaan tinggi atau cukup tinggi terhadap pemerintah nasional, sementara
43 persen menyatakan tingkat kepercayaan rendah atau tidak percaya.
Source link
