Bocoran Reshuffle Kabinet Prabowo, Pakar Sebut 10 Menteri Terancam Diganti

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto diperkirakan akan melakukan perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih dalam waktu dekat. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat kinerja pemerintahan dan mempercepat pelaksanaan program-program prioritas nasional.
Pakar Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul, Syurya Muhammad Nur, mengatakan reshuffle merupakan hal yang wajar dalam sebuah pemerintahan. Menurutnya, Presiden perlu memastikan seluruh menteri bekerja efektif dan sejalan dengan visi pembangunan yang telah ditetapkan.
“Reshuffle bukan semata-mata soal mengganti orang. Ini adalah upaya memperkuat kinerja kabinet agar program pemerintah berjalan lebih cepat dan tepat sasaran,” kata Syurya, Sabtu (6/6).
Menurut dia, tantangan yang dihadapi pemerintah saat ini semakin besar. Selain harus menjaga pertumbuhan ekonomi dan menarik investasi, pemerintah juga dituntut mampu menjelaskan berbagai kebijakan kepada masyarakat dengan baik.
Syurya menilai seorang menteri saat ini tidak cukup hanya menguasai bidang kerjanya. Menteri juga harus mampu berkomunikasi dengan publik agar kebijakan pemerintah dapat dipahami dan mendapat dukungan masyarakat.
“Di era digital, menteri tidak hanya bertugas menjalankan program, tetapi juga menjelaskan kepada masyarakat mengapa kebijakan itu diambil dan apa manfaatnya,” ujarnya.
Sejumlah Kementerian Dinilai Perlu Perhatian
Syurya menyebut beberapa kementerian yang berpotensi menjadi bahan evaluasi Presiden.
Di sektor pariwisata, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dinilai perlu menghadirkan terobosan baru untuk meningkatkan promosi wisata Indonesia di tingkat internasional.
Sementara itu, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid masih menghadapi berbagai persoalan terkait konflik agraria, sertifikasi tanah, dan sengketa lahan.
Di bidang ekonomi, Kepala Dewan Ekonomi Nasional Purbaya Yudhi Sadewa dinilai memiliki tantangan menjaga stabilitas fiskal dan kepercayaan pasar di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi juga disebut perlu mempercepat perbaikan sektor transportasi, terutama terkait keselamatan dan efisiensi logistik.
Pada sektor pembangunan desa, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto dituntut memastikan dana desa benar-benar memberikan dampak bagi kesejahteraan masyarakat dan pengentasan kemiskinan.
Adapun Menteri UMKM Maman Abdurrahman dinilai perlu mempercepat pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah agar semakin berdaya saing.
Di sektor investasi, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani diharapkan mampu menarik investasi yang berkualitas sekaligus menjaga kepercayaan investor.
Source link
