News

Bruno Moreira Resmi Tinggalkan Persebaya Setelah Lima Musim, Pesan Perpisahannya untuk Bonek dan Surabaya Bikin Haru



PORTALUTAMA.NET,SURABAYA — Persebaya Surabaya kembali harus ditinggal oleh pemain asing usai berakhirnya kompetisi Super League 2025/2026.

Pemain asing yang dimaksud adalah Bruno Moreira Soares yang teka-teki nasib di tim Persebaya akhirnya terjawab.

Bruno Moreaira secara resmi diumumkan tidak akan melanjutkan kerja samanya di tim Persebaya untuk Super League musim depan.

Sebelum diumumkan berpisah, ia diketahui sudah memperkuat tim Persebaya selama lima tahun atau lima musim terakhir.

Ia memegang peran vital di dalam skuad tim berjuluk Bajul Ijo ini. Bruno menjadi salah satu pemain pilar di tim ini.

Soal kepastian berpisahnya sang pemain dengan tim Persebayq Surabaya diumumkan langsung oleh pemain asal Brazil ini di media sosialnya.

“Empat tahun. Empat tahun bersama klub ini, kota ini, dan para suporter ini. Jika ada yang bisa saya ubah dari perjalanan ini, apakah saya akan melakukannya? Sama sekali tidak. Dari kegagalan hingga kemenangan yang saya raih, tidak ada satu pun yang ingin saya ubah,” tulis Bruno Moreira dalam instagram resminya.

Bruno merasa perjalanan bersama Persebaya sebagai jalan untuk menjadi pesepakbola yang lebih baik. Segala lika-liku ia lakoni dengan kesungguhan sekalipun hasil akhir terkadang tak berpihak.

“Segala sesuatu terjadi sebagaimana mestinya. Dalam setiap kesalahan dan keberhasilan, setiap kemenangan dan kekalahan, saya selalu memikirkan satu hal: bagaimana saya bisa menjadi lebih baik, lebih baik, dan lebih baik lagi setiap harinya,” ujarnya.

Setiap mengenakan jersey tim Persebaya, Bruno mengatakan ada hasrat atau keinginan besar untuk bisa mengangkat performa klub ini.

“Saya selalu haus untuk mempelajari sesuatu yang baru dari setiap pertandingan, setiap sesi latihan, setiap hari, bahkan setiap detik, agar saya bisa memberikan versi terbaik dari diri saya untuk klub ini, untuk para suporter, dan untuk rekan-rekan setim saya,” ungkapnya.

Pemain yang berstatus sebagai kapten di tim tersebut merasa terhormat dengan ban kapten yang dipercayakan kepadanya.

Ia mengaku mendapat banyak pelajaran tentang makna menjadi pemimpin tim di lapangan.

“Mendapat kehormatan menjadi seorang pemimpin di klub yang sarat sejarah dan prestasi, bersama kelompok pemain yang luar biasa, mengajarkan saya satu pelajaran penting: tidak ada seorang pun yang lebih besar dari yang lain. Kita semua setara, dipersatukan oleh mimpi dan tujuan yang sama,” jelasnya.

Tak lupa, Bruno menyampaikan rasa terima kasih untuk timnya itu yang sudah memberinta kesempatan. Begitu juga untuk para suporter atau bonek yang setia memberinya dukungan.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *