27 Dokter Paru Serentak Gelar Edukasi Hari Tanpa Tembakau Sedunia di Sulselbararra, Gaungkan Semangat Berhenti Merokok

PORTALUTAMA.NET, MAKASSAR — Dalam rangka memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026, sebanyak 27 personel dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Cabang Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara (Sulselbararra) melaksanakan kegiatan penyuluhan dan edukasi kesehatan di berbagai rumah sakit pemerintah maupun swasta yang tersebar di wilayah tersebut.
Kegiatan yang berlangsung selama sepekan hingga 31 Mei 2026 tersebut menjadi wujud nyata komitmen para dokter paru dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya konsumsi rokok dan paparan asap rokok, sekaligus mendorong upaya berhenti merokok di seluruh lapisan masyarakat.
Sebanyak 27 dokter paru dan tenaga pendukung yang tergabung dalam PDPI Sulselbararra turun langsung ke rumah sakit tempat mereka bertugas untuk memberikan penyuluhan kepada pasien, keluarga pasien, pengunjung rumah sakit, serta masyarakat umum. Berbagai materi edukasi disampaikan, mulai dari dampak rokok terhadap kesehatan paru dan organ tubuh lainnya, risiko penyakit kronis akibat merokok, hingga strategi efektif untuk memulai dan mempertahankan upaya berhenti merokok.
Ketua PDPI Cabang Sulselbarra, Dr. dr. Nurjannah Lihawa, Sp.P(K), menyampaikan bahwa pelaksanaan edukasi di berbagai daerah ini merupakan bentuk sinergi profesi dokter paru dalam menyuarakan pesan kesehatan yang sama kepada masyarakat luas.
“Kami ingin memastikan bahwa pesan tentang bahaya rokok dan pentingnya berhenti merokok dapat menjangkau masyarakat di berbagai daerah secara bersamaan. Momentum Hari Tanpa Tembakau Sedunia harus menjadi pengingat bahwa setiap batang rokok yang tidak dihisap adalah langkah menuju kehidupan yang lebih sehat,” ujar dr. Nurjannah.
Kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Banyak peserta penyuluhan yang aktif berdiskusi mengenai dampak rokok terhadap kesehatan serta berbagai tantangan yang dihadapi saat mencoba berhenti merokok.
Para dokter paru menegaskan bahwa mereka memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam pengendalian tembakau. Selain memberikan pelayanan kesehatan, dokter paru juga diharapkan menjadi ujung tombak sekaligus motivator utama dalam mengedukasi masyarakat mengenai bahaya rokok serta mendukung implementasi kawasan tanpa rokok di Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Koordinator panitia kegiatan sekaligus sekretaris PDPI Sulselbarra, Dr. dr. Edward Pandu Wiriansya, Sp.P(K), menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bagian dari upaya berkelanjutan untuk membangun kesadaran masyarakat.
Source link
