Prabowo Catatkan Rekor Perjalanan Luar Negeri, IHSG Justru Anjlok dan Rupiah Terus Melemah

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Intensitas kunjungan kerja luar negeri Presiden Prabowo Subianto dalam dua tahun terakhir menarik perhatian publik.
Berdasarkan data pergerakan logistik dan agenda kenegaraan yang dirilis baru-baru ini, Kepala Negara tercatat telah melakukan puluhan perjalanan internasional.
Pihak Istana mengklaim kunjungan itu guna memperkuat posisi diplomasi Indonesia di kancah global.
Detail Rekor Kunjungan
Dalam kurun waktu kurang dari dua tahun masa jabatannya, agenda diplomasi maraton Presiden Prabowo mencatatkan angka yang cukup fantastis:
Total Perjalanan Kenegaraan: 26 kali perjalanan besar.
Total Kunjungan Kerja: 58 kali kunjungan ke berbagai destinasi.
Cakupan Wilayah: Menjangkau 39 kota berbeda yang tersebar di 29 negara.
Salah satu titik perjalanan yang terekam dalam visualisasi data tersebut menunjukkan kunjungan kenegaraan ke St. Petersburg, Rusia, yang berlangsung pada pertengahan Juni 2025 lalu.
Pro dan Kontra di Kalangan Netizen
Unggahan visualisasi rute penerbangan presiden yang diunggah oleh akun @voxnetizens ini langsung memicu reaksi beragam dari warganet (netizen) di kolom komentar:
Pihak yang Mendukung: Sebagian netizen menilai langkah ini penting untuk memperkuat hubungan bilateral, meningkatkan nilai tawar Indonesia, serta menarik investasi asing secara langsung.
Pihak yang Mengkritik: Di sisi lain, skeptisisme tetap muncul. Sejumlah netizen mempertanyakan urgensi serta efisiensi anggaran negara yang dikeluarkan untuk puluhan perjalanan tersebut, seraya membandingkannya dengan isu domestik seperti kesejahteraan guru honorer yang dinilai masih membutuhkan perhatian anggaran.
Hingga saat ini, laporan perjalanan luar negeri tersebut terus menjadi topik hangat dan infografis videonya telah mendapat respons masif berupa puluhan ribu interaksi digital dari masyarakat.
Kondisi Perekonomian
Meski telah melakukan berbagai kunjungan kenegaraan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang 2026 berjalan sudah anjlok 28,22%.
Menurut CEO Sucor Sekuritas, Bernadus Wijaya, kondisi pasar saat ini dipengaruhi berbagai faktor eksternal, mulai dari ketidakpastian ekonomi global, fluktuasi nilai tukar rupiah, hingga meningkatnya tensi geopolitik di sejumlah kawasan.
“Di tengah kondisi pasar yang penuh tantangan, investor dituntut untuk memiliki strategi dan perspektif yang lebih adaptif,” ujarnya dalam acara Stock Idea Festival, Jumat (23/5/2026).
Sementara itu, nilai tukar rupiah saat ini mengalami pelemahan signifikan, bergerak di kisaran Rp17.800 hingga Rp17.880 per dolar AS. Kondisi ini didorong oleh gejolak pasar keuangan global dan situasi geopolitik. (bs-sam/fajar)
Source link
