Veda Ega Ngaku Sempat Kesulitan di Lintasan Basah Saat Moto3 Italia 2026, Apa Bahayanya?

PORTALUTAMA.NET,JAKARTA — Hasil positif pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama di Sirkuit Mugello pada Moto3 Italia 2026 ternyata menyisakan cerita. Dia sempat kesulitan.
Pasalnya, saat sesi free practice 1 (FP1), lintasan di Sirkuit Mugello basah. Itu membuatnya hanya bisa berada di posisi ke-20.
Lintasan basah memang jadi momok menakutkan bagi pembalap. Pasalnya, trek yang licin mesi mengharuskan pembalap untuk beradaptasi.
Hal tersebut diungkapkan dalam rilis resmi Honda Team Asia.
“Secara keseluruhan, hari ini berjalan positif. Kondisi pagi ini sangat sulit karena ini pertama kalinya saya balapan dalam kondisi basah di Mugello dan treknya sangat licin,” kata Veda.
Veda beruntung, saat sore hari, memasuki sesi practice, cuaca berubah. Lintasan mulai mengering.
Pembalap Honda Team Asia itu pun bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Pria berusia 17 tahun itu mencatatkan waktu konsisten.
“Jadi saya mencoba untuk meningkatkan kemampuan selangkah demi selangkah dan memahami batas-batasnya,” ujar Veda.
Puncaknya, dia mengakhiri sesi practice di posisi sembilan. Sekaligus memastikan tiket di Q2 tanpa mesti mengikuti kualifikasi tambahan.
“Dalam sesi latihan, saya mampu meningkatkan catatan waktu lap demi lap dan akhirnya mengamankan akses langsung ke Q2 dengan serangan waktu terakhir saya,” ucap Veda.
Meski begitu, dia tidak berpuas diri. Veda mengakui masih ada beberapa catatan untuk meningkatkan perofrmanya.
“Saya senang dengan itu karena itu penting untuk besok. Kami masih perlu menyesuaikan beberapa hal pada motor dan meningkatkan konsistensi untuk kecepatan balapan,” tutup Veda.
Apa Bahaya Lintasan Basah?
Pembalap cenderung menghindari lintasan basah. Agar performanya tetap stabil dan menghindari hal tidak diinginkan.
Dikutip dari Track Titan, ada sejumlah alasan mengapa lintasan basah berbahaya. Salah satunya, cengkraman ban dengan jalur akan menurun, sehingga membuat jalan licin.
Saat dilakukan pengereman, kondisinya juga berbeda saat kering. Sehingga mesti terampil melakukan pengereman aman dan efisien.
Semua kondisi itu membuat risiko tergelincir menjadi besar. Apalagi jika terjadi aquaplaining, saat lapisan air terbentuk di antara ban dan permukaan jalan.
Tak heran, jika dengan semua risiko itu, para pembalap cenderung menghindari lintasan basah. (Arya/Fajar)
Source link
