Pembangunan Jembatan Kembar Barombong Butuh Rp100 Miliar, Dianggarkan Tahun 2027

FAKAR.CO.ID, MAKASSAR — Pembangunan jembatan kembar Barombong dianggarkan pada tahun anggaran 2027 oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Pemprov). Nilainya Rp100 miliar.
“Perlu saya jelaskan juga bahwa untuk tahun anggaran 2027, anggaran Dinas PU Bina Marga Sulsel sudah kami alokasikan sebesar Rp100 miliar terkait awal pembangunan jembatan,” kata Kepala Dinas Bina Marga Sulsel, Andi Ihsan.
Hal itu diungkapkan Ihsan saat rapat yang berlangsung di Balai Kota Makassar, Selasa (26/5/2026). Bersama Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Dia mengungkapkan, sebelumnya pihak Dinas Bina Marga Sulsel telah mengajukan surat permohonan pinjam pakai lahan kepada Pemerintah Kota Makassar sebagai bagian awal penyusunan Detail Engineering Design (DED).
Namun, mekanisme tersebut dinilai belum memungkinkan untuk dilaksanakan. Karena itu, hasil pembahasan internal melahirkan dua opsi solusi.
Salah satunya melalui pemberian Surat Pernyataan Penguasaan/Jaminan Menguasai (SPJM) dari kepala daerah sebagai bentuk penguatan legalitas dan akuntabilitas bagi pemerintah provinsi untuk melanjutkan proses redesain pembangunan jembatan.
“Ini menjadi penguatan akuntabilitas bagi kami untuk melaksanakan redesain yang insyaallah akan kami lanjutkan pada tahun 2027,” sambung Andi Ihsan.
Pemkot Bebaskan Lahan
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengatakan, pihaknya mendukung pembangunan jembatan Barombong. Saat ini, pihaknya menyiapkan pembebasan lahan.
Secara keseluruhan, luas lahan yang akan dibebaskan diperkirakan di bawah 3 hektare dengan panjang proyek sekitar 800 meter.
“Pada dasarnya Pemerintah Kota Makassar siap men-support segala kebutuhan, baik data, aturan maupun administrasi yang diinginkan oleh pemerintah provinsi untuk kami siapkan,” kata Munafri.
Menurutnya, pembangunan Jembatan Kembar Barombong menjadi salah satu proyek strategis yang sangat penting bagi Kota Makassar, karena akses lintas kabupaten tetangga.
Pasalnya, kawasan Barombong selama ini menjadi titik kemacetan atau bottleneck yang cukup serius,. Terutama pada jam kerja pagi atau pulang saat sore hari.
Munafri menyebut percepatan pembangunan jembatan Barombong, nantinya akan berdampak besar terhadap kelancaran mobilitas masyarakat. Sekaligus mendukung konektivitas antarwilayah di Kota Makassar dan daerah penyangga.
“Proses pembangunan jembatan, akan berdampak sangat baik bagi Masyarkat umum, melintas di Kota Makassar, mengingat jembatan ini menjadi salah satu bottleneck yang menjadi persoalan di kota ini,” katanya.
Source link
