Viral Dugaan Manipulasi Riset di Denmark, LPDP Akui Salah Satu Nama adalah Alumni Penerima Beasiswa

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Kasus dugaan manipulasi riset yang viral usai konferensi ilmiah internasional ISPPD 2026 di Denmark kini menyeret nama alumni penerima beasiswa negara.
Lembaga Pengelola Dana Pendidikan membenarkan bahwa salah satu nama yang ramai diperbincangkan publik, Prihantini, tercatat sebagai alumni penerima beasiswa LPDP yang lulus pada 2022.
LPDP menyatakan saat ini tengah melakukan pendalaman terkait dugaan pelanggaran integritas akademik yang mencuat di media sosial tersebut.
“Berdasarkan pengecekan awal data internal, yang bersangkutan atas nama Prihantini tercatat sebagai alumni penerima beasiswa LPDP yang telah menyelesaikan studinya pada tahun 2022,” kata Kepala Divisi Hukum dan Komunikasi LPDP, M. Lukmanul Hakim, Selasa (26/5/2026).
Kasus ini menjadi perhatian luas publik karena menyangkut dugaan manipulasi penelitian ilmiah dalam konferensi International Society of Pneumonia and Pneumococcal Diseases (ISPPD) 2026 yang berlangsung di Kopenhagen, Denmark.
Dugaan tersebut pertama kali ramai dibahas setelah peneliti Indonesia, Ida Bagus Mandhara Brasika dan Wa Ode Dwi Daningrat, mengungkap adanya kejanggalan dalam sejumlah presentasi penelitian peserta asal Indonesia.
Muncul dugaan bahwa beberapa riset yang dipresentasikan merupakan hasil fabrikasi dan tidak pernah benar-benar dilakukan.
Isu penggunaan kecerdasan buatan atau AI dalam penyusunan penelitian juga ikut menjadi sorotan publik.
LPDP menegaskan bahwa dugaan pelanggaran integritas akademik merupakan persoalan serius yang tidak dapat ditoleransi.
“LPDP saat ini masih perlu mendalami dan menelaah informasi yang beredar, termasuk melakukan verifikasi terhadap data dan fakta yang relevan,” ujar Lukmanul.
Selain itu, LPDP menyebut akan melakukan penelaahan lebih lanjut terkait kepatuhan terhadap kontrak beasiswa serta berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi terkait.
“Hasil dari proses pendalaman ini akan menjadi dasar bagi LPDP dalam menentukan tindak lanjut sesuai ketentuan yang berlaku,” lanjutnya.
Kasus ini memicu kekhawatiran luas di kalangan akademisi karena dinilai dapat berdampak pada kredibilitas peneliti Indonesia di forum ilmiah internasional.
“Dampaknya fatal. Bukan hanya ke pelaku, tapi semua peneliti dari Indonesia kena getahnya. Kredibilitas Indonesia dipertanyakan,” tulis Mandhara melalui akun media sosialnya.
Hingga kini belum ada klarifikasi resmi dari pihak-pihak yang namanya disebut dalam dugaan manipulasi riset tersebut.
Namun polemik ini telah memicu diskusi besar mengenai etika penelitian, penggunaan AI dalam akademik, serta pentingnya pengawasan terhadap integritas ilmiah di tingkat internasional.
Source link
