Usai Ditolak di NTB, Jokowi Disebut Cari Landing Politik Baru di Cirebon

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Pengamat politik Heru Subagia menyebut bahwa rencana kunjungan Presiden ke-7 RI Jokowi ke Cirebon memiliki makna yang cukup strategis.
Dikatakan Heru, kunjungan itu bisa menjadi alternatif langkah politik setelah muncul penolakan terhadap agenda Jokowi di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Seperti diketahui, kunjungan ke NTB sebelumnya disebut-sebut akan menjadi titik awal ‘landing politik’ bersama Partai Solidaritas Indonesia atau PSI.
Alternatif Setelah Penolakan di NTB
Heru mengaku telah mengonfirmasi rencana kedatangan Jokowi ke pihak di Solo.
Ia menyebut pihaknya siap menyambut mantan Presiden tersebut melalui jejaring keluarga alumni Universitas Gadjah Mada.
“Untuk kedatangan Jokowi ke Cirebon ini sudah saya konfirmasi kepada pihak Solo dan tentunya kita sebagai tuan rumah dalam hal ini,” ujar Heru kepada fajar.co.id, Rabu 27 Mei 2026.
Ia mengatakan penyambutan tersebut tetap berada dalam koridor non-politik karena dilakukan melalui wadah keluarga alumni kampus.
“Kita akan bekerja dengan koridor kerja-kerja non-politik yang ini akan menjadi dasar kita, pemahaman kita dan kebijakan-kebijakan organisasi,” ucapnya.
Cirebon Disebut Punya Nilai Strategis Nasional
Dalam pandangannya, Jokowi disebut sudah memahami posisi strategis kawasan Cirebon, baik secara politik maupun ekonomi nasional.
Heru menganggap wilayah Cirebon dan sekitarnya memiliki pengaruh penting terhadap dinamika politik nasional ke depan.
“Dan hal yang cukup menarik bahwa Jokowi sudah mengetahui bahwa salah satu parameter politik nasional dan juga potensi ekonomi nasional ada di wilayah Cirebon dan sekitarnya,” tukasnya.
Ia bahkan menyebut langkah Jokowi menuju Cirebon sebagai bagian dari peta jalan politik jangka panjang.
“Jadi Jokowi merapat, mendarat dan saya bisa menganalisis ini adalah peta jalan bagi Jokowi untuk meletakkan sebuah peta jalan yang secara spesifik dan juga rumit,” Heru menuturkan.
“Tentunya ini menjadi strategi-strategi politik jangka panjang yang rapat, padat dan sangat strategis,” tambahnya.
Isu Kertajati dan Basis Strategis
Heru juga menyinggung isu keberadaan pangkalan militer di kawasan Bandar Udara Internasional Kertajati yang menurutnya ikut membuat wilayah Cirebon Raya memiliki nilai strategis tinggi.
“Ini saya memahami betul, isu-isu seksi ini akan menjadi sebuah monitoring dan juga kebijakan-kebijakan strategis baik secara personal, organisasi dan kepentingan politik,” bebernya.
Ia melihat pergerakan Jokowi di wilayah tersebut tidak hanya berkaitan dengan relasi sosial, tetapi juga dibarengi penetrasi politik.
“Karena saya melihat Jokowi adalah mengawalnya dalam sebuah tindakan dan juga penetrasi di wilayah kami ini diiringi oleh penetrasi-penetrasi politik,” jelasnya.
Lebih jauh, Heru juga bilang bahwa terdapat keterikatan budaya dan spiritual antara Solo dan Cirebon yang menurutnya menjadi daya tarik tersendiri bagi Jokowi.
“Solo juga Cirebon mempunyai sebuah hubungan budaya, religi yang sangat kuat sekali sehingga tarikan atau magnet Jokowi untuk ke wilayah kita sebagai kota Wali ini tentunya ada kemestri dalam unsur-unsur mistis,” kuncinya.
(Muhsin/fajar)
Source link
