TNI Turun Buru Begal di Jakarta, Libatkan Batalion Tempur

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Maraknya aksi begal di wilayah Jakarta dan sekitarnya kini turut mendapat perhatian dari Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Melalui Kodam Jaya, TNI menyatakan ikut terlibat dalam patroli gabungan bersama kepolisian untuk mendukung pengamanan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Kepala Penerangan Kodam Jaya, Letkol Arh Noor Iskak, mengatakan personel yang diterjunkan bukan hanya dari satuan kewilayahan, tetapi juga melibatkan batalion tempur.
TNI Libatkan Batalion Tempur
Iskak menjelaskan patroli gabungan tersebut telah berjalan dari tingkat bawah bersama aparat kepolisian.
“Kami sudah melaksanakan patroli bersama mulai dari tingkat bawah. Nah, satuan-satuan yang kami libatkan selain dari satuan kewilayahan Koramil, Kodim kami juga melibatkan satuan batalion tempur,” kata Iskak dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, kemarin.
Dikatakan Iskak, keterlibatan TNI dilakukan untuk mendukung Tim Pemburu Begal yang dibentuk Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.
Ia menegaskan kehadiran aparat di tengah masyarakat diharapkan dapat menciptakan rasa aman sekaligus menunjukkan kehadiran negara dalam melindungi warga.
“Sehingga kehadiran aparat di tengah-tengah masyarakat harapannya adalah bisa memberikan rasa aman dan sebagai wujud kehadiran negara dalam melindungi masyarakat,” ucapnya.
Pengamat Ingatkan Penegakan Hukum Ranah Polri
Di sisi lain, keterlibatan TNI dalam pemburuan pelaku begal menuai perhatian publik.
Pengamat Mufti Makarim menilai penegakan hukum tetap menjadi kewenangan kepolisian, bukan militer.
Ia menegaskan Undang-Undang TNI tidak mengatur tentara untuk menangani tindak kriminal seperti begal.
“Kalau salah tindak, mau diproses pakai apa? Hukum sipil? TNI enggak mau,” ujar Mufti dikutip fajar.co.id, Minggu 24 Mei 2026.
Baginya, TNI sebaiknya tidak masuk ke ranah yang bukan menjadi kewenangannya meski memiliki kemampuan untuk membantu pengamanan.
“Jadi, apapun alasannya, gakkum (penegakan hukum) bukan ranah TNI, kecuali yang eskalasinya di luar kapasitas polisi, misalnya begal di tengah laut di ZEE yang hanya bisa ditangani TNI AL. Kalau urusan di Jabodetabek atau provinsi lain, itu mutlak ranah Polri,” terangnya.
Sjafrie Singgung Banyaknya Begal
Sementara itu, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyinggung tingginya angka kriminalitas dan aksi begal sebagai salah satu alasan pemerintah membentuk 750 batalion baru hingga tahun 2029.
Diungkapkan Sjafrie, banyak daerah sebelumnya tidak memiliki pasukan militer di tingkat kabupaten sehingga angka kriminalitas meningkat.
Source link
