News

Dugaan Hercules Acungkan Pistol ke Anak Ahmad Bahar saat Disandera, Heru Subagia Bicara Reformasi Polri



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Pengamat politik dan ekonomi, Heru Subagia, merespons laporan terhadap Ketua Umum GRIB Jaya, Hercules Rosario Marshal, ke Polda Metro Jaya terkait dugaan penyekapan terhadap Ilma Sani Fitrian, anak penulis Ahmad Bahar.

Dikatakan Heru, kasus tersebut menjadi ujian serius bagi institusi Polri dalam membuktikan komitmen reformasi dan profesionalisme penegakan hukum.

Heru mengungkapkan saat ini telah ada dua laporan resmi yang diterbitkan dan tercatat di Polda Metro Jaya terkait dugaan tindakan yang melibatkan Hercules dan timnya.

“Hari ini ada dua laporan yang secara resmi, yang sudah diterbitkan dan sudah tercatat di Polda Metro Jaya,” ujar Heru kepada fajar.co.id, Jumat 22 Mei 2026.

Ia menyebut laporan tersebut berkaitan dengan sejumlah dugaan pelanggaran hukum.

“Ada pun laporan tersebut, ada di lampiran, ya, beberapa pelanggaran-pelanggaran yang diduga dilakukan tim Hercules dan juga Hercules sendiri,” ucapnya.

Heru menuturkan bahwa kasus tersebut menjadi momentum penting bagi Polri untuk menunjukkan keseriusan reformasi internal yang selama ini digaungkan pemerintah.

“Yang kedua, dipercayakan bagaimana saya sendiri menantang terhadap Polri untuk berbicara dan menegakkan profesional kerja dari Polri itu sendiri,” tukasnya.

Baginya, tekanan terhadap institusi kepolisian saat ini sangat besar karena tuntutan reformasi terus menguat di tengah masyarakat.

“Jadi, dalam kondisi saat ini tekanan Polri sangat tinggi sekali, bahkan sudah dilengkapi instrumen bagaimana Polri wajib untuk melakukan reformasi,” jelasnya.

Ia juga menyinggung langkah Presiden Prabowo Subianto yang disebut telah membentuk percepatan reformasi Polri.

“Dan tentunya, Presiden sudah membentuk apa yang disebutin percepatan reformasi dan hasilnya juga sudah dilaporkan Kapolri sendiri ke Prabowo dalam beberapa minggu kemarin,” lanjutnya.

Kasus Ilma Sani Disebut Jadi Ujian Berat

Heru menganggap bahwa perkara yang menimpa Ilma Sani menjadi tantangan besar bagi aparat penegak hukum karena berhadapan dengan sosok dan organisasi yang dinilai memiliki pengaruh kuat.

“Bahwa yang menimpa keluarga kita alumni Gadjah Mada, Ilma Sani ini tentunya menjadi batu ataupun tembok yang sangat berat sekali bagi Polri,” katanya.

Ia mempertanyakan sejauh mana Polri mampu membuktikan konsistensi reformasi dalam menangani perkara tersebut secara profesional.

“Jadi tentunya apakah kiranya sanggup untuk mengeksplisi dan juga mengimplementasi dan membuktikan konsistensi dan juga keinginan agar tidaknya reformasi Polri itu bisa dijalankan karena dalam sebuah tantangan yang saat ini berkembang,” imbuhnya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *