News

Kondisi Rumah Bocah yang Kedapatan Terlibat Kasus Pencurian di Takalar, Bikin Polisi Tersentuh



PORTALUTAMA.NET, TAKALAR — Hidup Aldi, bocah 11 tahun asal Desa Lassang, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar, menyita perhatian jajaran Polres Takalar.

Di usia yang masih belia, Aldi beberapa kali harus berurusan dengan aparat kepolisian karena terlibat kasus pencurian di kampungnya.

Namun, di balik itu semua, tersimpan kondisi kehidupan yang memprihatinkan.

Aldi diketahui tinggal bersama neneknya, Kalasum Dg So’na (75), seorang lansia yang hidup dalam keterbatasan ekonomi tanpa penghasilan tetap.

Polres Pilih Pendekatan Kemanusiaan

Melihat kondisi tersebut, Polres Takalar memilih langkah pembinaan dan pendekatan humanis dibanding proses hukum.

Kasat Reskrim Polres Takalar, Iptu Haryanto bersama Kanit PPA dan personel Satreskrim turun langsung mengunjungi rumah Aldi di Desa Lassang, Jumat 22 Mei 2026

Saat tiba di lokasi, aparat kepolisian melihat langsung kondisi rumah Aldi dan neneknya yang serba kekurangan.

“Kami melihat langsung kondisi Aldi bersama neneknya yang sangat memprihatinkan. Karena itu kami berharap semua pihak bisa ikut memperhatikan dan membantu pembinaan Aldi agar bisa berubah dan memiliki masa depan yang lebih baik,” ujar Haryanto kepada awak media.

Dapat Kesempatan untuk Dibina

Dalam kunjungan tersebut, Polres Takalar juga menyerahkan bantuan berupa paket sembako berisi beras, mi instan, telur, gula, hingga minyak goreng.

Bukan hanya itu, Aldi juga menerima pakaian lebaran dan bantuan uang saku untuk kebutuhan sehari-hari.

“Kami memberi kesempatan kepada Aldi untuk dibina bersama keluarganya. Harapannya dia bisa kembali belajar, tidak lagi mencuri, dan tumbuh seperti anak normal lainnya,” tambahnya.

Haryanto juga meminta pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga pihak terkait lainnya ikut memberikan perhatian terhadap kondisi Aldi dan keluarganya.

Desa Sudah Koordinasi dengan Dinas Sosial

Sementara itu, Kepala Desa Lassang, Jufri Dg Tutu, mengaku pihak desa selama ini terus memantau perkembangan Aldi.

Ia mengatakan pemerintah desa bersama penyidik Polres Takalar sebelumnya sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial terkait kemungkinan rehabilitasi bagi Aldi.

“Kami berharap semoga Aldi bisa segera direhabilitasi. Sebelumnya kami bersama penyidik Polres Takalar sudah koordinasi dengan Dinas Sosial Takalar akan tapi katanya Sentra Pangurangi masih penuh,” ungkap Jufri.

Kata Jufri, berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, Aldi disebut mengalami gangguan kejiwaan sehingga harus rutin mengonsumsi obat penenang dan mendapat pengawasan khusus.

“Sekarang Aldi dipantau 24 jam. Kami juga sudah pasang dua CCTV yang mengarah ke rumah neneknya untuk pengawasan,” jelasnya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *