News

Jadwal Munas dan Konbes NU 2026 Resmi Ditetapkan, Jakarta hingga NTB Masuk Kandidat



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi menetapkan pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) NU pada 20-21 Juni 2026. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Pleno PBNU yang digelar di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, pleno telah menyepakati jadwal pelaksanaan forum strategis organisasi tersebut sebagai bagian dari tahapan menuju Muktamar Ke-35 NU.

“Alhamdulillah, hari ini Rapat Pleno PBNU memutuskan beberapa hal. Yang pertama, pelaksanaan Munas dan Konbes pada tanggal 20-21 Juni yang akan datang,” ujar Gus Ipul.

Meski jadwal telah dipastikan, lokasi penyelenggaraan Munas dan Konbes NU masih belum diputuskan. PBNU akan membentuk tim kecil untuk menentukan lokasi dalam empat hingga lima hari ke depan.

Sejumlah daerah disebut masuk dalam pembahasan, di antaranya Jawa Timur, Sumatera Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), hingga Jakarta. Gus Ipul bahkan mengusulkan agar kegiatan digelar di lingkungan pesantren.

“Saya mengusulkan, ini belum jadi keputusan, Munas-Konbes digelar di Pondok Pesantren Ploso,” katanya.

Ia juga mengungkapkan pembukaan kegiatan berpotensi dilaksanakan di Bangkalan, Madura, tepatnya di kawasan pesantren yang berkaitan dengan ulama kharismatik Kholil Bangkalan.

“Sementara pembukaannya nanti bisa di Bangkalan, di tempatnya Syaikhona Kholil Bangkalan,” lanjut Gus Ipul.

Dalam rapat pleno tersebut, PBNU juga menyoroti percepatan pembahasan sejumlah materi penting yang nantinya akan menjadi bahan dalam Muktamar Ke-35 NU. Materi tersebut meliputi tata kelola badan usaha milik NU, tata kelola keuangan, hingga transformasi digital melalui sistem Digdaya.

“Ini adalah masa-masa yang krusial. Ada hal-hal yang ke depan perlu diperbaiki dan dijadikan pelajaran untuk dituangkan dalam peraturan-peraturan perkumpulan,” kata Gus Ipul.

Sementara itu, Katib Aam PBNU Said Asrori menegaskan bahwa forum pleno telah sepakat Munas dan Konbes digelar di pesantren, meski lokasi final masih menunggu hasil survei tim.

“NU lahir dari pondok, dan yang membesarkan adalah para kiai serta pengasuh pesantren,” ujar Kiai Said Asrori.

Di sisi lain, beberapa Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) telah mengajukan diri sebagai tuan rumah Muktamar Ke-35 NU. Wilayah yang resmi mengusulkan diri yakni Jakarta, NTB, dan Sumatera Barat.

“Secara resmi ada tiga wilayah yang mengusulkan, satu Jakarta, dua NTB, tiga Sumatra Barat,” kata Gus Ipul.

Jawa Timur juga disebut aktif dalam pembahasan meski belum mengirimkan usulan resmi pada tahap awal. Beberapa daerah dan pesantren seperti Lirboyo, Bangkalan, hingga Situbondo disebut telah menunjukkan kesiapan menjadi tuan rumah.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *