Bukan Cuma Andi Angga, 4 Jurnalis Indonesia Juga Disandera Zionis Israel

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Perjalanan misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) yang membawa bantuan untuk Gaza berujung pada penyanderaan oleh zionis Israel. Berdasarkan informasi yang didapatkan fajar.co.id, selain aktivis Andi Angga Prasadewa, Israel juga menyandera empat jurnalis.
Tiga di antara jurnalis yang disandera menggunakan kapal Ozgurluk. Masing-masing di antaranya jurnalis Republika bernama Thoudy Badai, jurnalis iNews bernama Rahendro Herubowo, dan Andre Prasetyo Nugroho dari TV Tempo.
Selain itu, jurnalis Republika lainnya bernama Bambang Noroyono atau Abeng juga ikut disandera. Ia diketahui menaiki kapal BoraLize, berbeda dari rekan-rekannya.
Rekan Andi Angga sesama aktivis kemanusiaan di Rumah Zakat bernama St Badria Nur (28), mengatakan bahwa penculikan hingga penyanderaan itu berlangsung dalam waktu yang berdekatan.
“Mungkin dalam setiap menit itu ada lagi yang disandera,” ujar Badria saat ditemui di kediaman orang tua Andi Angga, Selasa 19 Mei 2026.
Ia mengungkapkan berdasarkan informasi yang diterimanya bahwa kapal yang pertama kali dicegat zionis Israel merupakan kapal yang ditumpangi Andi Angga. “Jadi kapal pertama yang dicegat itu kapalnya kak Angga. Setelah itu menyusul yang empat ini,” terangnya.
Badria bilang, khusus kapal yang ditumpangi Andi Angga, krunya berjumlah sebelas orang. Beberapa di antaranya merupakan warga asing. “Yang berangkat kapal secara bersamaan ada 27,” tandasnya.
Sebelumnya, ibunda Andi Angga, Sutrawati Kaharuddin (52), mengaku mulai merasakan firasat buruk setelah komunikasi dengan putranya tiba-tiba terputus saat pelayaran misi Global Sumud Flotilla berlangsung.
Saat ditemui awak media di Jalan Yusuf Dg Ngawing, Makassar, Sutrawati menceritakan detik-detik terakhir dirinya berkomunikasi dengan sang anak sebelum kabar dugaan penculikan muncul.
Berangkat Lewat Jalur Laut dari Turki
Sutrawati mengatakan Andi Angga berangkat menuju Gaza melalui jalur laut dari Marmaris Cruise Port, Turki, bersama puluhan kapal lain yang tergabung dalam misi kemanusiaan internasional.
“Anak saya itu kan berangkat ke Gaza lewat jalur laut dari Turki di Marmaris (Cruise Port), terus ada 56 kapal, infonya begitu 56 kapal,” ujar Sutrawati kepada awak media, Selasa 19 Mei 2026.
Di tengah perjalanan, rombongan kapal disebut mendapat gangguan sebelum mencapai wilayah perairan tujuan. “Di perjalanan itu sebelum sampai di 250 mil dari daratan, ada kabar ditangkap sama Zionis Israel,” ucapnya.
Sutrawati mengaku mulai dihantui rasa khawatir setelah pesan WhatsApp yang dikirim kepada anaknya tak lagi mendapat balasan.
Source link
