Saiful Mujani: Dampak Dolar dan IHSG Tetap Dirasakan Rakyat Kecil

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA – Akademisi sekaligus pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani, merespons anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Saiful menyinggung narasi pemerintah yang sebelumnya dianggap mengecilkan dampak gejolak pasar terhadap masyarakat kecil.
Ia bahkan menyindir gaya komunikasi Presiden Prabowo Subianto terkait kondisi ekonomi nasional yang belakangan menjadi sorotan publik.
Saiful Mujani Sindir Narasi “Orang Desa Tak Punya Saham”
Saiful menyebut kejatuhan IHSG dan melonjaknya nilai dolar seolah dianggap bukan persoalan besar bagi masyarakat desa.
“Saham (IHSG) longsor, dolar makin mahal,” ujar Saiful dikutip fajar.co.id, Senin (18/5/2026).
Ia kemudian menirukan gaya bicara Prabowo yang sebelumnya ramai diperbincangkan publik.
“Enggak apa-apa, orang desa kan enggak punya saham dan enggak pakai dolar, iya kan?” sindirnya.
Dinilai Berpotensi Ciptakan Dikotomi Sosial
Menurut Saiful, cara pandang tersebut berpotensi menciptakan dikotomi antara masyarakat desa dan kota.
Sekadar diketahui, dikotomi merupakan pembagian atas dua kelompok atau dua hal yang saling bertentangan atau berbeda jauh.
Saiful menilai narasi itu membangun kesan seolah persoalan ekonomi hanya berdampak pada kelompok tertentu.
Ia menyebut ada upaya membenturkan masyarakat kecil dengan kelompok ekonomi atas.
“Ilusi Prabowo adu domba warga desa versus orang kota,” ucapnya.
Tidak hanya itu, Saiful juga menyoroti slogan keberpihakan kepada rakyat kecil yang selama ini digaungkan elite politik.
“Orang yang kekurangan versus orang kaya seperti dirinya. Slogan orang kaya membela orang miskin, palsu,” tegasnya.
Saiful turut menyinggung kondisi pasar saham yang disebut mengalami tekanan cukup dalam pada perdagangan hari itu.
“Jam 15.00 hari ini saham gabungan turun 6,3 persen,” imbuhnya.
Rupiah Melemah, Publik Khawatir Daya Beli Turun
Sebelumnya, pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh level Rp17.600 per dolar Amerika Serikat pada Jumat (15/5/2026) memicu kekhawatiran publik terhadap potensi kenaikan harga kebutuhan pokok hingga menurunnya daya beli masyarakat.
Di tengah sorotan tersebut, Presiden Prabowo Subianto justru menilai kondisi ekonomi Indonesia masih cukup kuat dan stabil dibanding sejumlah negara lain.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat berbicara di hadapan para undangan dalam sebuah acara yang kemudian ramai diperbincangkan publik.
Prabowo: Rakyat Desa Tidak Pakai Dolar
Dalam pidatonya, Prabowo menyebut gejolak nilai tukar rupiah tidak terlalu berdampak langsung bagi masyarakat pedesaan.
Source link
