News

Herwin Sudikta Ungkit Persepsi Kedekatan Prabowo-Israel dalam Kasus Penyanderaan WNI oleh Zionis Israel



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Pegiat media sosial, Herwin Sudikta, merespons viralnya tangisan ibunda aktivis kemanusiaan asal Sulawesi Selatan yang meminta bantuan Presiden Prabowo Subianto agar anaknya dibebaskan dari dugaan penyanderaan pasukan Israel.

Herwin mengatakan bahwa munculnya permohonan langsung kepada Prabowo tidak lepas dari persepsi publik yang berkembang terkait hubungan Indonesia dengan Israel dan para pemimpinnya.

Dijelaskan Herwin, publik kini menangkap adanya persepsi tertentu terhadap Presiden Prabowo menyusul berbagai dinamika politik internasional yang berkembang. Baginya, persepsi tersebut muncul setelah seorang ibu korban dugaan penyanderaan meminta langsung bantuan kepada kepala negara.

“Karena dianggap punya kedekatan dengan Israel dan pemimpin-pemimpinnya, seorang ibu sampai memohon langsung ke Prabowo agar anaknya yang ditawan Israel bisa dibebaskan,” ujar Herwin dikutip fajar.co.id, Selasa 19 Mei 2026.

Ia menekankan bahwa permintaan tersebut menunjukkan adanya keyakinan publik bahwa Presiden memiliki akses komunikasi atau pengaruh tertentu dalam situasi tersebut.

Lebih lanjut, Herwin menegaskan persepsi masyarakat tidak selalu muncul tanpa alasan. Ia mengatakan opini publik kerap terbentuk dari sikap maupun sinyal politik yang ditampilkan para pemimpin sendiri di ruang publik. “Kadang persepsi publik itu lahir bukan dari fitnah,” Herwin menuturkan. “Tapi dari sinyal politik yang dipertontonkan sendiri,” tegasnya.

Sebelumnya, ibunda Andi Angga, Sutrawati Kaharuddin (52), mengaku mulai merasakan firasat buruk setelah komunikasi dengan putranya tiba-tiba terputus saat pelayaran misi Global Sumud Flotilla berlangsung.

Saat ditemui awak media di Jalan Yusuf Dg Ngawing, Makassar, Sutrawati menceritakan detik-detik terakhir dirinya berkomunikasi dengan sang anak sebelum kabar dugaan penculikan muncul.

Berangkat Lewat Jalur Laut dari Turki

Sutrawati mengatakan Andi Angga berangkat menuju Gaza melalui jalur laut dari Marmaris Cruise Port, Turki, bersama puluhan kapal lain yang tergabung dalam misi kemanusiaan internasional.

“Anak saya itu kan berangkat ke Gaza lewat jalur laut dari Turki di Marmaris (Cruise Port), terus ada 56 kapal, infonya begitu,” ujar Sutrawati kepada awak media, Selasa 19 Mei 2026.

Di tengah perjalanan, rombongan kapal disebut mendapat gangguan sebelum mencapai wilayah perairan tujuan. “Di perjalanan itu sebelum sampai di 250 mil dari daratan, itu ada kabar ditangkap sama Zionis Israel,” ucapnya.

Sutrawati mengaku mulai dihantui rasa khawatir setelah pesan WhatsApp yang dikirim kepada anaknya tak lagi mendapat balasan. Ia mengatakan komunikasi terakhir terjadi sekitar pukul 15.00 WITA. “Waktu putus kontak saya itu jam 3 sore, sudah centang 1 WhatsApp-nya. Dan itu saya mulai curiga di situ, saya sudah khawatir,” tukasnya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *