News

Bukan Cuma Rawat Pasien di RS! Simak Cara Tim Pengabdi Poltekkes Kemenkes Palu Dorong Jiwa Wirausaha Perawat


PORTALUTAMA.NET, PALU – Poltekkes Kemenkes Palu kembali menunjukkan komitmen nyatanya dalam pengembangan kewirausahaan berbasis kesehatan di Sulawesi Tengah. Melalui skema Program Pengembangan Kewirausahaan (PPK), tim pengabdi menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk Pelatihan Pengembangan Wirausaha Sosial Berbasis Homecare “Navhoe” yang berlangsung selama dua hari, Sabtu–Minggu, 16–17 Mei 2026, di Aula Poltekkes Kemenkes Palu.

Kegiatan strategis ini dipimpin oleh tim pengabdi yang terdiri atas Ns. Taqwin, S.Kep., M.Kes., Mardiani Mangun, SST., MPH., Nasrul, SKM., M.Kes., dan Kadar Ramadhan, SKM., MKM. Program ini dirancang khusus dengan melibatkan narasumber dari praktisi kewirausahaan, pakar komunikasi digital, hingga ahli pelayanan homecare demi membekali 20 peserta dari kalangan mahasiswa dan alumni keperawatan.

Ketua Pengabdi, Ns. Taqwin, S.Kep., M.Kes., menjelaskan bahwa meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan di rumah saat ini menjadi peluang besar bagi tenaga kesehatan untuk mengembangkan usaha mandiri di bidang homecare. Transformasi paradigma ini dinilai penting agar lulusan keperawatan memiliki daya saing yang lebih luas.

“Pelayanan kesehatan berbasis rumah atau homecare saat ini semakin dibutuhkan masyarakat, khususnya bagi lansia, pasien pasca rawat inap, dan penderita penyakit kronis. Karena itu, mahasiswa dan alumni keperawatan perlu dibekali tidak hanya kemampuan klinis, tetapi juga jiwa kewirausahaan,” ujarnya saat memberikan keterangan di lokasi pelatihan.

Selama dua hari, para peserta ditempa secara intensif melalui metode ceramah, workshop, praktik langsung, hingga diskusi interaktif. Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi fundamental mengenai konsep kewirausahaan sosial, perancangan Business Model Canvas (BMC) homecare, manajemen keuangan usaha jasa kesehatan, legalitas dan etika praktik, hingga strategi digital marketing serta branding layanan kesehatan.

Sementara pada hari kedua, pelatihan difokuskan pada aspek teknis pelayanan. Hal ini meliputi pemantauan tanda vital dan asesmen klien, perawatan luka ringan hingga sedang, asuhan lansia, komunikasi terapeutik, keselamatan pasien (patient safety), hingga simulasi layanan homecare terintegrasi. Untuk mengukur efektivitas program, tim pengabdi juga menerapkan sistem pre-test dan post-test.

Prospek cerah dari model bisnis ini turut diamini oleh anggota tim pengabdi lainnya, Kadar Ramadhan, SKM., MKM. Ia menilai kesadaran masyarakat yang tinggi terhadap layanan kesehatan yang fleksibel akan membuat bisnis berbasis komunitas ini terus bertumbuh.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *