Konsumsi Makanan-Minuman Tertinggi dalam 6 Tahun, Ekonom: Bisa Jadi karena Makan Utang

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA – Ekonom Awalil Rizky menyoroti pertumbuhan konsumsi makanan dan minuman selain restoran pada triwulan I 2026 yang tercatat mencapai 4,54 persen secara tahunan atau year on year (yoy).
Menurut Awalil, angka tersebut menjadi capaian tertinggi untuk kinerja triwulan I dalam enam tahun terakhir. Namun, ia menilai pertumbuhan itu belum sepenuhnya didukung indikator lain yang menunjukkan penguatan daya beli masyarakat.
“Pertumbuhan makanan dan minuman selain restoran sebagai subkomponen Konsumsi Rumah Tangga pada triwulan I 2026 sebesar 4,54 persen (yoy). Tertinggi kinerja triwulan I selama 6 tahun ini,” kata Awalil dalam keterangan resminya, Sabtu, (16/5/2026).
Meski demikian, Awalil menilai ada sejumlah catatan yang perlu dicermati. Ia menyebut pertumbuhan tersebut belum selaras dengan berbagai data ekonomi lain, terutama terkait kondisi daya beli masyarakat.
“Kurang terdukung data terkait, seperti daya beli masyarakat. Mungkin ditopang makan tabungan dan makan utang,” ujarnya.
Pernyataan itu menyoroti kemungkinan bahwa konsumsi masyarakat masih bertahan bukan karena peningkatan pendapatan riil, melainkan akibat penggunaan tabungan maupun peningkatan utang rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Konsumsi rumah tangga sendiri selama ini menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, kondisi daya beli masyarakat menjadi indikator penting dalam menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi.
Sejumlah ekonom sebelumnya juga mengingatkan bahwa tekanan harga kebutuhan pokok, biaya hidup, hingga ketidakpastian ekonomi global dapat memengaruhi pola konsumsi masyarakat sepanjang 2026.
Di sisi lain, pertumbuhan sektor makanan dan minuman sering dianggap sebagai indikator aktivitas konsumsi domestik karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat. Namun, tanpa didukung peningkatan pendapatan dan lapangan kerja yang kuat, pertumbuhan konsumsi dinilai berpotensi tidak berkelanjutan.
Source link
