Ekonomi Tumbuh tapi Harga Pangan Tak Terkendali, PDIP: Ibu-Ibu Sampai Banting Dompet

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA – Juru Bicara PDIP Perjuangan, Mohamad Guntur Romli, menyemprot pemerintah terkait melonjaknya harga sejumlah kebutuhan pokok yang dinilai semakin membebani masyarakat.
Guntur menilai kenaikan harga sembako saat ini sudah berada pada tahap mengkhawatirkan dan harus segera mendapat perhatian serius dari pemerintah.
Harga Sembako Dinilai Mencekik Rakyat
Guntur mengatakan lonjakan harga bahan pokok kini semakin terasa di tengah masyarakat.
“Harga sembako mulai mencekik naik. Ini kabar buruk yang harus direspons oleh para pejabat,” ujar Guntur, dikutip fajar.co.id, Jumat (15/5/2026).
Ia kemudian membeberkan sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga cukup tinggi berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS).
“Harga sembako memang mulai mencekik naik. Harga cabai merah besar meledak 72,47 persen menjadi Rp88.650 per kilogram,” sebutnya.
Tak hanya itu, ia juga menyinggung kenaikan harga bawang hingga telur ayam.
“Bawang merah naik 51,35 persen menjadi Rp70.150. Bawang putih melonjak 39,95 persen menjadi Rp54.650,” lanjutnya.
Cabai hingga Daging Ayam Ikut Naik
Menurut Guntur, lonjakan harga juga terjadi pada sejumlah komoditas lainnya.
“Cabai keriting naik 38,54 persen menjadi Rp67.400. Telur ayam ras melambung 33,92 persen menjadi Rp41.850,” ungkapnya.
Sementara itu, harga daging ayam dan gula pasir premium juga disebut mengalami kenaikan cukup signifikan.
“Daging ayam naik 32,99 persen menjadi Rp52.000. Gula pasir premium melompat 31,68 persen menjadi Rp26.600,” imbuhnya.
Guntur juga mengungkapkan bahwa harga minyak goreng masih memberatkan masyarakat.
“Minyak goreng pun ikut memberatkan. Harga minyak goreng curah Rp22.000 per liter, sedangkan yang kemasan bermerek Rp26.000,” katanya.
Selain itu, harga beras disebut belum menunjukkan penurunan.
“Beras juga tetap mahal. Beras medium masih di kisaran Rp18.750 sampai Rp18.950 per kilogram. Beras premium Rp20.100 hingga Rp21.000,” jelasnya.
Klaim Data Resmi dari PIHPS
Ia menegaskan data yang disampaikan bukan sekadar isu atau informasi palsu.
“Ini data resmi, bukan hoaks dan bukan kaleng-kaleng. Langsung dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS),” tegasnya.
Menurutnya, lonjakan harga tersebut berdampak langsung terhadap kondisi masyarakat kecil.
“Per 13 Mei 2026 yang diberitakan oleh banyak media massa. Ledakan harga ini bikin rakyat menjerit. Ibu-ibu di pasar sampai geleng-geleng kepala sambil banting dompet,” terangnya.
Guntur juga menilai pemerintah terlalu fokus pada agenda politik dibanding menyelesaikan persoalan harga pangan.
Source link
