News

Kenang Sosok Brigjen Farid Amansyah, Prof Muhadjir: Polisi Pekerja Keras, Malam Sebelum Wafat Masih Rapat Pembangunan Masjid



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Kabar duka datang dari Polri. Sekretaris Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri, Brigjen Pol Dr dr Farid Amansyah, meninggal dunia pada Sabtu, 9 Mei 2026, sekitar pukul 02.00 WIB.

Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji, Prof Dr Muhadjir Effendy turut menyampaikan duka mendalam atas wafatnya perwira tinggi dokter itu. Dia bahkan datang langsung melayar ke rumah duka. Muhadjir menyebut kepergian Farid sangat mengejutkan karena tidak didahului gejala sakit.

Inna lillahi wainna ilaihi rojiun. Telah berpulang menghadap Allah Yang Maha Kuasa, Brigjen Pol Dr dr Farid Amansyah, sekretaris Pusdokkes Polri. Tadi pagi 9/5/2026 sekitar jam 02.00. Berita yang sangat mengejutkan. Tanpa didahului gejala sakit sebelumnya,” kata Muhadjir.

Muhadjir mengaku terakhir bertemu Farid dalam kondisi sehat. Tidak ada tanda sakit.

“Saya ketemu terakhir tidak ada tanda-tanda sakit. Tetap seperti biasanya: ceria, penuh gairah dan rendah hati,” ujarnya.

Kenal 15 Tahun: Dari RS Bhayangkara Porong hingga Majelis Kesehatan PP Muhammadiyah

Muhadjir menceritakan perkenalan pertama dengan Farid sekitar 15 tahun lalu. Saat itu Farid menjabat Kepala RS Bhayangkara Porong, Sidoarjo, dan datang memperkenalkan diri sebagai kader IMM Sulawesi Selatan.

“Saat itu saya menjabat Rektor UMM. Kemudian UMM dan RS Bhayangkara menjalin kerja sama. Mahasiswa Fakultas Kedokteran UMM internship khususnya di bidang forensik, dan UMM membangunkan gedung Lab Forensik di RS tersebut,” tutur Muhadjir.

Silaturahmi berlanjut di Jakarta saat Muhadjir menjadi Mendikbud dan Farid berdinas di Pusdokkes Polri. Muhadjir kemudian meminta Farid bergabung di Majelis Kesehatan PP Muhammadiyah.

“Bahkan ketika menantu putri sulung kesayangannya, sebulan yang lalu, saya diminta menjadi saksi nikah,” ungkapnya.

Malam Terakhir Masih Rapat Pembangunan Masjid via Zoom

Muhadjir mengenang Farid sebagai pengabdi setia negara, mencintai korps dan profesi, pekerja keras, pejuang, dan taat beragama.

“Menjadi ketua takmir masjid di komplek tempat tinggal, malam sebelum meninggal masih rapat via Zoom membahas rencana ground breaking pembangunan sebuah masjid di Bogor. Semua amalannya menjadi pertanda bahwa ia adalah pribadi yang baik,” kata Muhadjir.

Ia mendoakan Farid mendapat tempat mulia di sisi Allah SWT.

“Dr Farid adalah pribadi yang kebaikannya sangat luar biasa. Insyaallah memperoleh tempat yang mulia di sisi Allah SWT di surga-Nya bersama hamba-hamba Allah yang Abrār,” ucapnya.

Allāhummaghfirlahu warhamhu wa‘āfihi wa’fu‘anhu wa-akrim nuzulahu wawassi‘ madkhalahu wa-adkhilhu fī jannātika ma‘al abrār. Amin. Selamat jalan jenderal dokter, kesayangan Dzat Yang Maha Penyayang,” tutup Muhadjir. (sam/fajar)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *